Iklan

Serapan Gabah PT Lebak Niaga Baru 60 Ton, Target Harian 20 Ton Belum Tercapai

Jumat, 10 April 2026, April 10, 2026 WIB Last Updated 2026-04-20T02:29:27Z

 

Bupati Lebak Hasbi Jayabaya saat mengecek RMU yang diperasionalkan oleh PT Lebak Niaga.(ist)
 

LEBAK KONTAK BANTEN — Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Lebak, PT Lebak Niaga (Perseroda), baru mampu menyerap sekitar 60 ton gabah lokal sejak rice milling unit (RMU) mulai beroperasi pada Maret 2026.

Direktur PT Lebak Niaga, Ilham Akbar, mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan serapan gabah lokal sebesar 20 ton per hari. Namun, sejumlah kendala membuat target tersebut belum dapat terpenuhi secara optimal.

“Awal-awal susah juga mencari agar target serapan kami bisa terpenuhi. Ketika gabah ada, tapi tidak bisa langsung masuk karena kualitasnya harus sesuai kriteria dan juga soal harga,” ujar Ilham, Jumat (10/4/2026).

Saat ini, serapan gabah masih terbatas dari wilayah-wilayah terdekat di Kabupaten Lebak, seperti Sentral, Rangkasbitung Timur, Cipendeuy, dan Cibadak. Informasi ketersediaan gabah sebagian besar diperoleh dari para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Ilham menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan pemetaan potensi wilayah yang dapat mendukung peningkatan serapan gabah harian.

“Kami sudah sampaikan kebutuhan serapan per hari agar dibantu mapping potensi mana yang bisa diserap,” katanya.

Meski demikian, Ilham mengakui bahwa pemenuhan target serapan secara maksimal pada tahun ini masih menjadi tantangan. Hal ini disebabkan sebagian petani telah menjalin kerja sama dengan pihak lain dalam penjualan gabah mereka.

“Memang untuk tahun ini agak sulit menyerap maksimal karena beberapa petani sudah bekerja sama dengan pihak lain. Tapi kami bidik panen pada tahun depan,” ujarnya.

Untuk menjaga keberlangsungan produksi, PT Lebak Niaga juga membuka peluang menerima pasokan gabah dari luar daerah apabila suplai lokal belum mencukupi.

“Kami tetap dituntut produksi. Kalau bahan baku lokal belum terpenuhi, kami menerima dari luar dengan standar yang sama,” jelasnya.

Selain itu, Ilham menegaskan bahwa beras yang diproduksi tidak hanya berjenis premium, tetapi juga mencakup beras medium guna menyesuaikan kebutuhan pasar.

“Tidak melulu premium, semua varian kami siapkan. Kami sudah kumpulkan sampel beras dari pasar, dan kami pastikan harganya akan di bawah harga pasaran,” pungkasnya.

Komentar

Tampilkan

  • Serapan Gabah PT Lebak Niaga Baru 60 Ton, Target Harian 20 Ton Belum Tercapai
  • 0

Terkini

Topik Populer