Aksi mahasiswa menolak kenaikan BBM di depan Kampus UIN Serang, Banten.
SERANG, KONTAK BANTEN — Sejumlah mahasiswa di Kota Serang, Banten, menggelar aksi unjuk rasa menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang dijadwalkan berlaku mulai 1 April 2026.Aksi tersebut digelar di depan Kampus 1 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan menarik perhatian pengguna jalan yang melintas.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa tidak hanya menyampaikan orasi, tetapi juga menggelar aksi teatrikal di tengah jalan sebagai bentuk protes simbolik terhadap kebijakan pemerintah. Aksi teatrikal itu menggambarkan kondisi masyarakat kecil yang tertekan akibat kenaikan harga kebutuhan pokok.
Beberapa mahasiswa terlihat memerankan masyarakat miskin yang terdampak langsung oleh kenaikan harga, sementara lainnya menyuarakan kritik melalui pengeras suara. Aksi tersebut berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan sempat menyebabkan perlambatan arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Soroti Dampak Ekonomi Berantai
Mahasiswa menilai bahwa kenaikan harga BBM, khususnya non-subsidi, berpotensi memicu efek berantai terhadap perekonomian masyarakat. Mereka menyebut dampaknya tidak hanya dirasakan pada sektor transportasi, tetapi juga merambat ke harga barang dan jasa.
“Kenaikan BBM pasti akan berdampak langsung pada biaya transportasi. Setelah itu, harga kebutuhan pokok ikut naik, dan yang paling terdampak adalah masyarakat kecil,” ujar salah satu peserta aksi.
Menurut mereka, kondisi ekonomi masyarakat saat ini belum sepenuhnya pulih, sehingga kebijakan kenaikan harga BBM dinilai tidak tepat waktu. Terlebih, banyak masyarakat yang masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Aksi Teatrikal Jadi Sorotan
Aksi teatrikal yang ditampilkan mahasiswa menjadi daya tarik utama dalam demonstrasi tersebut. Dalam adegan yang diperagakan, mahasiswa menggambarkan kondisi rakyat yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup akibat kenaikan harga.
Visualisasi tersebut memperlihatkan bagaimana masyarakat kecil harus bekerja keras, namun tetap kesulitan memenuhi kebutuhan dasar akibat meningkatnya biaya hidup.
Desak Pemerintah Kaji Ulang Kebijakan
Dalam tuntutannya, mahasiswa mendesak pemerintah untuk meninjau ulang rencana kenaikan harga BBM. Mereka meminta agar pemerintah lebih mengutamakan kepentingan rakyat kecil.
Selain itu, mahasiswa juga meminta transparansi pemerintah dalam menetapkan kebijakan harga BBM.
Aksi Berlangsung Tertib
Meski berlangsung di jalan raya, aksi mahasiswa berjalan relatif tertib dengan pengamanan aparat kepolisian yang mengatur lalu lintas di sekitar lokasi.
Respons Publik
Aksi tersebut mendapat beragam respons dari masyarakat. Sebagian mendukung langkah mahasiswa yang dinilai menyuarakan aspirasi rakyat kecil.
Harapan ke Depan
Mahasiswa berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali kebijakan terkait harga BBM dengan lebih matang dan berpihak pada masyarakat kecil.