SERPONG, KONTAK BANTEN – Dharma Wanita Persatuan Kota Tangerang Selatan (DWP Tangsel) mengajak puluhan anak Taman Kanak-kanak (TK) belajar langsung tentang kesiapsiagaan bencana di kantor BPBD Kota Tangerang Selatan, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan edukatif tersebut diikuti anak-anak dari TK Nurul Aini, Kecamatan Setu. Mereka mendapatkan pembelajaran interaktif yang dikemas secara menyenangkan, mulai dari pengenalan jenis-jenis bencana, cara evakuasi, hingga langkah sederhana saat menghadapi kondisi darurat.
Edukasi Kebencanaan Sejak Dini
Perwakilan DWP Tangsel, Kokom Komariah Budi, mengatakan program ini bertujuan menanamkan pemahaman dasar kebencanaan kepada anak sejak usia dini.
“Edukasi ini penting agar anak-anak memahami sejak dini bagaimana menghadapi situasi darurat. Kami juga melakukan seleksi peserta dari tujuh kecamatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program DWP Tangsel yang menyasar ratusan anak TK di seluruh wilayah Tangerang Selatan.
Akan Libatkan Damkar dan Dishub
Menurut Kokom, edukasi tidak hanya dilakukan di BPBD, tetapi akan berlanjut ke instansi lain seperti pemadam kebakaran dan Dinas Perhubungan.
“Untuk BPBD ini merupakan tahap awal. Selanjutnya ada edukasi lain yang juga akan diikuti TK-TK terpilih. Tahun ini totalnya ada 20 TK se-Tangsel,” paparnya.
BPBD Tangsel Jadi Pusat Edukasi
Sementara itu, Kepala BPBD Tangsel, Sutang Suprianto, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menyebut BPBD Tangsel memang menjadi salah satu tujuan edukasi kebencanaan bagi pelajar dari berbagai jenjang.
“Dalam satu minggu bisa dua sampai empat kali kunjungan untuk belajar kesiapsiagaan bencana. Bahkan tidak hanya dari Tangsel, tetapi juga dari daerah lain seperti Bogor dan Kabupaten Tangerang,” ungkapnya.
Dilengkapi Simulasi 3D
BPBD Tangsel juga memiliki fasilitas edukasi yang memadai, termasuk ruang simulasi berbasis teknologi tiga dimensi (3D). Fasilitas ini digunakan untuk mengenalkan berbagai jenis bencana seperti banjir, gempa bumi, hingga kekeringan.
Ketua DWP BPBD Tangsel, Nur Haswitasari Essa Nugraha, menambahkan bahwa metode visual membuat anak-anak lebih mudah memahami materi.
“Melalui tayangan dan simulasi 3D, anak-anak lebih mudah menyerap pengetahuan karena disajikan secara menarik,” katanya.
Tingkatkan Kesadaran Sejak Usia Dini
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran dan kesiapsiagaan bencana dapat ditanamkan sejak dini, sehingga anak-anak memiliki bekal pengetahuan dasar untuk melindungi diri dalam situasi darurat.
