Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS, Efi Indarti.
|
TANGERANG-Jumlah Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Tangerang dari waktu ke waktu mengalami turun naik.
Berdasarkan catatan Komisi Penanggulangan AIDS dan Dinas Kesahatan
Kabupaten Tangerang, dari tahun 1998 sampai Juni 2019 terdapat sebanyak
2100 Kasus.
Rinciannya terdiri dari 1536 HIV dan 564 AIDS. Beberapa penderita
diantaranya yakni ibu rumah tangga ada 429 kasus dan balita 156 kasus.
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Efi Indarti mengatakan hingga
saat ini penyakit yang berisiko tersebut terus mengalami peningkatan di
wilayah Kabupaten Tangerang.
"Secara kecendurangan angka fluktuatif dari tahun ke tahun, pernah naik terus turun," ujarnya, Jumat (13/9/2019).
Namun menurutnya tingginya angka penderita HIV justru membantu
pihaknya untuk melakukan upaya-upaya dalam menangani penyakit tersebut.
"Tapi tingginya angka temuan jangan dianggap bahwa tinggi sekali,
tidak. Tapi itu lebih bagus, karena upaya kita untuk menemukan para
penderita ini. Kalau kasusnya tidak ditemukan malah tidak bisa
terkendali," jelasnya.
Efi mengatakan dari jumlah kasus itu mayoritas penderitanya berusia
20 tahun ke atas. Menurutnya hal itu juga disebabkan perilaku seks
beresiko.
"Yang termasuk beresiko itu berhubungan seks, termasuk yang sesama
jenis atau penggunaan wanita pekerja seks tanpa pengaman. Kita sangat
prihatin peningkatan kasus pada angka produktif bahkan di angka pemuda,"
ucapnya.
Untuk meminimalkan penyakit mematikan itu, Efi mengatakan pihaknya
berharap agar pelaku untuk menyadari perbuatannya sehingga bisa
melakukan pencegahan atau memeriksakan kondisi.
"Jadi HIV/AIDS ini fenomena gunung es. Satu penderita itu bisa
sebenarnya banyak yang belum terungkap, kita inginkan semakin banyak
ditemukan semakin banyak orang paham. Sehingga mereka yang ikut merasa
melakukan perilaku berisiko itu mau memeriksakan diri ke puskesmas atau
Rumah saki," pungkasnya.
Lanjut Efi, salah satu penyebaran luasan informasi atau edukasi kepada mayarakat, harus terus dilakukan,
agar tidak mendiskrimasi sehingga penanggulangan lebih efektif.