Arus lalu lintas di depan PT Panarub, Pasar Baru, Kota Tangerang macet akibat padatnya kendaraan.
|
TANGERANG-Penerapan ganjil genap diperluas hingga 25 ruas jalan di kawasan
Jakarta dengan tujuan untuk mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas dan
polusi udara di Ibu Kota Indonesia ini.
Pemberlakuan aturan ini diklaim tidak berdampak bagi kondisi lalu
lintas dan pengalihan masyarakat menggunakan transportasi publik di Kota
Tangerang.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Tangerang Andhika
Nugraha mengatakan, hingga saat ini kebijakan pembatasan kendaraan
berdasarkan nomor plat ganjil genap belum berdampak di kota dengan
jumlah penduduk 2 juta jiwa ini.
“Kami lihat dan rasakan belum berdampak, ya. Di sini masih landai,” ujarnya kepada TangerangNews, Jumat (13/9/2019).
Kebijakan ganjil genap tersebut juga tidak mengubah sirkulasi
kendaraan harian di Kota Tangerang. Menurut Andhika, kondisi arus lalu
lintas masih normal, walau volume kendaraan meningkat pada jam-jam
sibuk, sehingga terdapat kemacetan di sejumlah ruas jalan Kota
Tangerang.
Indikatornya, Andhika menyebut efek peraturan ganjil genap di Jakarta
belum berdampak di Kota Tangerang berdasarkan penumpang Bus Rapid Trans
(BRT) Kota Tangerang.
Masyarakat juga masih tampak menggunakan kendaraan pribadi dari Kota Tangerang menuju Jakarta.
“Tidak berdampak karena penumpang di BRT jumlahnya masih sama,” katanya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Tangerang Rusdi Alam mendorong
Pemerintah Kota Tangerang untuk meningkatkan pelayanan sarana dan
prasana transportasi publik, agar masyarakat yang menggunakan kendaraan
pribadi beralih ke kendaraan umum.
“Sarana dan prasarana harus ditingkatkan demi memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya.
Rusdi menambahkan, masyarakat saat ini sudah mulai menggunakan transportasi publik di Kota Tangerang.
Misalnya, penumpang kereta di Stasiun Tangerang selalu padat karena
faktor kenyamanan. Sehingga, transportasi publik lainnya pun
pelayanannya harus ditingkatkan.
“Kalau saya melihat Pemerintah Kota Tangerang menunjukkan komitmen
untuk perbaikan sarana BRT sebagai alternatif feeder ke Jakarta. Ke
depan akan ada peremajaan angkutan kota (angkot), ya, mudah-mudahan ini
menjadi solusi juga,” pungkasnya.(