BEKASI, KONTAK BANTEN — Kepolisian kembali mengembangkan kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap seorang pegawai ayam goreng, Abdul Hamid (39), yang jasadnya ditemukan dalam freezer sebuah kios di wilayah Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Terbaru, aparat berhasil menangkap satu pelaku lain yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Metro Jaya, Andaru Rahutomo, mengungkapkan bahwa pelaku berinisial A ditangkap karena diduga berperan sebagai penadah barang hasil kejahatan milik korban.
“Penyidik juga mengamankan A, yang diduga berperan sebagai penadah barang hasil curian milik korban,” ujar Andaru kepada wartawan, Rabu (1/4/2026).
Peran Pelaku dalam Kasus
Menurut Andaru, penangkapan pelaku A merupakan hasil pengembangan dari pemeriksaan terhadap pelaku utama yang sebelumnya telah diamankan. Polisi menemukan adanya aliran barang milik korban yang berpindah tangan setelah kejadian pembunuhan tersebut.
Pelaku A diduga menerima atau membeli barang-barang milik korban yang diambil secara ilegal setelah korban dibunuh. Saat ini, penyidik masih mendalami sejauh mana keterlibatan pelaku dalam rangkaian peristiwa tersebut, termasuk apakah yang bersangkutan mengetahui asal-usul barang yang diterimanya.
“Peran A ini masih kami dalami. Apakah hanya sebagai penadah atau ada keterlibatan lain dalam tindak pidana tersebut,” jelasnya.
Kronologi Penemuan Korban
Kasus ini bermula dari penemuan jasad Abdul Hamid yang menggegerkan warga. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dengan tubuh yang telah dimutilasi dan disimpan di dalam freezer di sebuah kios tempat usaha ayam goreng di kawasan Serang Baru, Bekasi.
Penemuan tersebut langsung memicu penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi, polisi kemudian mengidentifikasi pelaku utama yang diduga sebagai orang terdekat korban.
Seiring berjalannya penyidikan, polisi mengungkap bahwa motif pembunuhan diduga berkaitan dengan persoalan ekonomi dan penguasaan barang milik korban.
Pengembangan Kasus Berlanjut
Penangkapan pelaku A menandai bahwa kasus ini tidak hanya melibatkan satu pelaku, melainkan lebih dari satu orang dengan peran berbeda. Polisi menduga adanya jaringan atau keterlibatan pihak lain yang membantu, baik sebelum maupun setelah aksi pembunuhan terjadi.
Polda Metro Jaya menegaskan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat serta memastikan motif sebenarnya di balik tindakan keji tersebut.
“Kami akan terus mengembangkan kasus ini sampai tuntas dan mengungkap semua pihak yang terlibat,” tegas Andaru.
Barang Bukti dan Pemeriksaan
Dalam penangkapan pelaku A, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga merupakan milik korban. Barang-barang tersebut saat ini tengah diperiksa untuk memastikan keterkaitannya dengan kasus pembunuhan.
Selain itu, penyidik juga akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap pelaku A untuk menggali informasi lebih dalam, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain yang belum teridentifikasi.
Imbauan kepada Masyarakat
Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan, terutama yang berkaitan dengan tindak kriminal.
Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap tindak kejahatan di lingkungan sekitar, serta pentingnya kerja sama antara masyarakat dan aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan.
Proses Hukum
Saat ini, pelaku A telah diamankan dan menjalani proses hukum di Polda Metro Jaya. Ia dijerat dengan pasal terkait penadahan sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Sementara itu, pelaku utama pembunuhan dan mutilasi terhadap Abdul Hamid akan dijerat dengan pasal berlapis terkait pembunuhan berencana dan penghilangan nyawa orang lain.
Polisi memastikan bahwa seluruh pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku, dengan ancaman hukuman berat mengingat tindakan yang dilakukan tergolong kejahatan serius.
Kasus mutilasi ini menjadi perhatian publik karena tingkat kekerasan yang tinggi serta cara pelaku menyembunyikan jasad korban. Kepolisian berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini secara transparan dan profesional guna memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya.
