Iklan

NAMA ISTRI WALI KOTA CILEGON DIJADIKAN MODUS PENIPUAN WARGA TERTIPU LOWONGAN KERJA

Kamis, 02 April 2026, April 02, 2026 WIB Last Updated 2026-04-20T02:29:37Z
Kasus Penipuan Catut Nama Istri Wali Kota Cilegon

CILEGON, KONTAKBANTEN.CO.ID — Nama istri Wali Kota Cilegon, Alfi Rizki Aghnia Robinsar, dicatut oleh pihak tak bertanggung jawab dalam modus penipuan berkedok penerimaan kerja. Kasus ini mencuat setelah seorang warga mengaku mengalami kerugian usai percaya pada tawaran kerja palsu yang mengatasnamakan dirinya.

Peristiwa ini terungkap setelah korban menghubungi langsung akun media sosial resmi Alfi melalui pesan pribadi (direct message/DM). Dari situlah diketahui bahwa informasi lowongan kerja yang diterima korban merupakan bagian dari aksi penipuan.

Pelaku diduga menggunakan nomor tidak dikenal dengan memasang foto profil Alfi untuk meyakinkan korban. Dalam aksinya, pelaku menawarkan bantuan agar korban bisa bekerja di salah satu pusat perbelanjaan di Cilegon sebagai petugas keamanan maupun juru parkir.

Tak hanya korban utama, pelaku juga disebut sempat menghubungi anggota keluarga lainnya dengan tawaran serupa. Situasi ini membuat korban semakin yakin hingga akhirnya mempercayai informasi tersebut tanpa melakukan verifikasi lebih lanjut.

“Tanpa melakukan pengecekan, korban dan keluarganya langsung percaya dengan informasi itu,” ungkap Alfi dalam keterangan resminya, Kamis (2/4/2026).

Korban yang mulai terpengaruh kemudian diminta untuk mentransfer sejumlah uang sebagai syarat administrasi agar proses masuk kerja dipermudah. Pelaku berdalih bahwa banyaknya pelamar membuat korban harus segera mengamankan posisi tersebut.

Tanpa curiga, korban akhirnya mentransfer uang sebesar Rp450 ribu kepada pelaku.

Namun setelah uang dikirim, kejanggalan mulai terasa. Korban diminta datang ke lokasi yang disebut berada di kawasan Cilegon Center Mall (CCM). Saat tiba di lokasi, pelaku kembali menghubungi korban dan menyampaikan bahwa proses tidak bisa dilanjutkan dengan alasan tertentu.

Di titik itulah korban mulai menyadari telah menjadi korban penipuan.

Menanggapi kejadian ini, Alfi Rizki Aghnia Robinsar menegaskan bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam proses rekrutmen kerja, apalagi sampai meminta sejumlah uang dari masyarakat.

“Saya tidak pernah bekerja sama dengan pihak mana pun terkait lowongan kerja, termasuk CCM. Apalagi sampai meminta uang. Itu jelas bukan dari saya,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat publik maupun keluarga mereka.

Menurutnya, masyarakat harus selalu melakukan verifikasi informasi sebelum mengambil keputusan, terutama jika berkaitan dengan permintaan uang atau tawaran pekerjaan yang tidak jelas sumbernya.

“Saya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya. Jika ada yang mengatasnamakan saya atau pihak tertentu dan meminta uang, pastikan terlebih dahulu kebenarannya,” ujarnya.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa modus penipuan digital semakin beragam dan menyasar berbagai kalangan. Penggunaan identitas tokoh publik kerap dimanfaatkan pelaku untuk membangun kepercayaan korban dalam waktu singkat.

Pihak berwenang diharapkan dapat segera menindaklanjuti kasus ini guna mencegah jatuhnya korban lain. Sementara itu, masyarakat diminta untuk lebih waspada dan tidak tergiur dengan tawaran kerja instan yang tidak melalui jalur resmi.

Dengan maraknya kasus serupa, literasi digital dan kehati-hatian menjadi kunci utama agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam praktik penipuan yang merugikan.

Komentar

Tampilkan

  • NAMA ISTRI WALI KOTA CILEGON DIJADIKAN MODUS PENIPUAN WARGA TERTIPU LOWONGAN KERJA
  • 0

Terkini

Topik Populer