TANGERANG KONTAK BANTEN Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Desain, Universitas Pamulang menggelar pelatihan etika komunikasi digital di SMK Kesuma Bangsa 2 Depok, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah praktik cyberbullying di kalangan pelajar.
Sebanyak 39 siswa kelas XII jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) mengikuti kegiatan bertema “Penguatan Etika Komunikasi Digital sebagai Upaya Pencegahan Cyberbullying pada Siswa SMK di Era Media Sosial.”
Tingkatkan Literasi Etika Digital
Ketua tim PKM, Rofian Dedi Susanto, menyampaikan bahwa tingginya penggunaan media digital di kalangan remaja belum diimbangi dengan pemahaman etika komunikasi yang memadai.
“Masih banyak remaja yang menganggap body shaming atau hinaan sebagai hal yang lumrah,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu pemicu meningkatnya praktik perundungan siber yang sering dianggap sebagai candaan.
Metode Partisipatif dan Interaktif
Pelatihan ini menggunakan pendekatan komunikasi partisipatif dengan melibatkan siswa secara aktif melalui diskusi kelompok (focus group discussion) dan simulasi role-play komunikasi empatik.
Melalui metode tersebut, siswa dilatih:
- Menyusun kalimat asertif
- Memahami dampak komunikasi digital
- Berperan sebagai upstander (pembela korban), bukan sekadar bystander
Dosen anggota tim PKM, Sri Lindawati, berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran siswa untuk menghentikan praktik cyberbullying serta membantu teman yang menjadi korban.
Hasil Evaluasi Meningkat Signifikan
Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 55 pada pre-test menjadi 88 pada post-test.
Selain memberikan manfaat bagi siswa, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa yang terlibat sebagai pendamping untuk mengaplikasikan ilmu komunikasi secara langsung di masyarakat.
Dikukuhkan sebagai Duta Digital
Sebagai tindak lanjut, seluruh peserta dikukuhkan sebagai “Duta Digital”. Mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan iklim komunikasi yang sehat, empatik, dan bebas dari perundungan di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya konkret dunia pendidikan dalam menghadapi tantangan era digital sekaligus membangun karakter generasi muda yang bijak dalam bermedia sosial.
