Dalam kajian psikologi, tindakan menjatuhkan pasangan di depan orang lain termasuk dalam kategori toxic behavior atau perilaku beracun yang mencerminkan kurangnya rasa hormat dalam hubungan.
Bentuk KDRT Batin yang Sering Tidak Disadari
Menghina, merendahkan, atau membuka aib pasangan di depan keluarga merupakan salah satu bentuk KDRT batin. Dampaknya tidak terlihat secara fisik, namun dapat melukai secara psikologis dalam jangka panjang.
Korban dapat mengalami penurunan kepercayaan diri, stres, hingga trauma emosional yang berkepanjangan.
Cerminan Kurangnya Rasa Hormat
Perilaku tersebut juga menunjukkan adanya krisis penghargaan dalam hubungan pernikahan. Dalam relasi yang sehat, pasangan seharusnya saling menjaga martabat satu sama lain, terutama di hadapan orang lain.
Ketika seorang suami justru merendahkan istrinya di depan mertua, hal ini menjadi sinyal bahwa hubungan tersebut tidak berjalan secara setara dan penuh respek.
Dipicu Stres dan Masalah Emosional
Sejumlah pakar menilai bahwa perilaku ini kerap dipengaruhi oleh faktor internal, seperti:
- Tingkat stres yang tinggi
- Masalah kesehatan mental
- Trauma masa lalu
- Ketidakmampuan mengelola emosi
Namun, faktor-faktor tersebut tidak dapat dijadikan pembenaran atas tindakan menyakiti pasangan secara verbal maupun emosional.
Indikasi Masalah dalam Pernikahan
Perubahan sikap menjadi negatif, termasuk sering menjelekkan pasangan, bisa menjadi indikasi adanya ketidakpuasan atau masalah yang lebih dalam dalam hubungan pernikahan.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi memicu konflik berkepanjangan hingga keretakan rumah tangga.
Pandangan Moral dan Agama
Dalam nilai-nilai moral dan agama, suami dan istri diibaratkan sebagai “pakaian” yang saling menutupi kekurangan satu sama lain. Artinya, menjaga aib pasangan merupakan kewajiban, bukan justru mengumbar kekurangannya di depan orang lain.
Langkah yang Dapat Dilakukan
Untuk menghadapi situasi ini, beberapa langkah yang dapat dipertimbangkan antara lain:
- Membangun komunikasi terbuka untuk menyampaikan perasaan secara jujur
- Menetapkan batasan yang tegas terhadap perilaku yang tidak dapat diterima
- Mencari bantuan profesional, seperti konselor pernikahan atau psikolog
- Melibatkan pihak ketiga yang bijak, jika diperlukan, seperti mediator keluarga
Kesimpulan
Perilaku merendahkan pasangan bukanlah hal sepele. Selain merusak hubungan, tindakan ini juga termasuk bentuk kekerasan emosional yang harus diwaspadai.
Membangun hubungan yang sehat membutuhkan rasa saling menghormati, empati, dan komunikasi yang baik. Tanpa itu, pernikahan berisiko kehilangan fondasi utamanya.
