PANDEGLANG, KONTAK BANTEN Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, menghadiri upacara peringatan dan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pandeglang dalam rangka Hari Jadi ke-152 Kabupaten Pandeglang yang digelar pada Rabu (1/4/2026). Kehadirannya dalam agenda tersebut didampingi oleh sang istri, Irna Narulita, yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Pandeglang.
Kegiatan yang berlangsung khidmat itu menjadi momentum refleksi perjalanan panjang Kabupaten Pandeglang sekaligus ajang evaluasi terhadap capaian pembangunan daerah. Sejumlah unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD, serta jajaran pemerintah daerah turut hadir dalam rapat paripurna tersebut.
Dalam sambutannya, Dimyati menekankan pentingnya kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen pemerintahan dalam mendorong kemajuan Pandeglang. Ia mengingatkan bahwa tantangan pembangunan ke depan tidak ringan, sehingga membutuhkan kekompakan dan keseriusan semua pihak.
“Intonasinya harus ada, bekerja keras, karena ini diperlukan oleh para pejabat Pandeglang,” ujarnya.
Sebagai mantan Bupati Pandeglang dua periode (2000–2005 dan 2005–2009), Dimyati mengaku memahami betul karakteristik dan tantangan yang dihadapi daerah tersebut. Ia menyebut Pandeglang masih termasuk daerah yang perlu didorong lebih cepat dalam aspek pembangunan.
“Pandeglang ini termasuk yang tertinggal. Tentu harus dipacu dan punya daya dorong agar bisa mengejar ketertinggalan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Banten akan memberikan perhatian khusus terhadap Pandeglang, terutama dalam pembangunan infrastruktur yang menjadi salah satu kunci utama peningkatan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami dari provinsi akan membantu. Pandeglang akan mendapatkan perhatian, termasuk pembangunan infrastruktur,” tegasnya.
Dimyati juga menyoroti luasnya wilayah Kabupaten Pandeglang yang disertai dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, mulai dari sektor pertanian, pariwisata, hingga kelautan. Menurutnya, potensi tersebut harus dioptimalkan dengan pengelolaan yang baik dan didukung birokrasi yang solid.
“Wilayahnya luas, potensi alamnya bagus. Tinggal bagaimana kita mengelola dengan baik dan didukung birokrasi yang kompak,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas dan keharmonisan di lingkungan pemerintahan. Ia menilai konflik internal hanya akan menghambat jalannya pembangunan dan merugikan masyarakat.
“Saya berharap semua daerah di Banten akur. Jangan sampai ada pertikaian atau keributan, karena roda pembangunan akan berjalan baik jika ada kekompakan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Dimyati juga memberikan apresiasi terhadap semangat yang ditunjukkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang dalam memimpin daerah, meskipun memiliki keterbatasan fiskal.
“Saya melihat semangat dari Bupati dan Wakil Bupati sangat besar. Walaupun fiskalnya tidak besar, tapi semangat itu penting sebagai modal pembangunan,” ungkapnya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa semangat saja tidak cukup tanpa diimbangi dengan sinergi dan kondisi internal yang kondusif.
“Kalau ada konflik, jangankan memikirkan masa depan, menyelesaikan persoalan internal saja akan sulit,” tegasnya.
Peringatan Hari Jadi ke-152 Kabupaten Pandeglang ini diharapkan menjadi titik awal penguatan komitmen bersama dalam mempercepat pembangunan daerah. Pemerintah provinsi dan kabupaten diharapkan dapat terus bersinergi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengoptimalkan potensi yang dimiliki daerah.
