Iklan

Anggaran BGN Rp268 Triliun, Fokus Program Makan Bergizi Gratis dan Transparansi Pengelolaan

Rabu, 01 April 2026, April 01, 2026 WIB Last Updated 2026-04-20T02:29:59Z

 

Kepala BGN Dadan Hindayana saat berlebaran dengan Presiden Prabowo


JAKARTA, KONTAK BANTEN — Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya dalam mengelola anggaran negara secara transparan dan tepat sasaran, dengan fokus utama pada manfaat langsung bagi masyarakat. Dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), BGN memperoleh alokasi sebesar Rp268 triliun.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, meluruskan informasi yang sempat beredar terkait besaran anggaran lembaganya. Ia menegaskan bahwa angka Rp335 triliun yang sebelumnya muncul di ruang publik tidak sesuai dengan alokasi resmi pemerintah.

“BGN mendapatkan anggaran Rp268 triliun. Informasi yang menyebut Rp335 triliun itu tidak benar,” ujar Dadan dalam keterangannya, Senin (30/3/2026).

Menurutnya, perbedaan angka tersebut berasal dari Dana Standby Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) sebesar Rp67 triliun yang merupakan dana cadangan kebijakan pemerintah, dan bukan bagian dari anggaran utama BGN.

Mayoritas Anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis

Dadan menjelaskan, sekitar 93 persen dari total anggaran Rp268 triliun dialokasikan untuk bantuan pemerintah melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini menjadi prioritas nasional dalam upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

Dari total alokasi tersebut, sekitar Rp249 triliun digunakan untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah.

“Mayoritas anggaran kami langsung disalurkan untuk program MBG, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya.

Libatkan Petani hingga UMKM

Dalam pelaksanaannya, sebagian besar anggaran digunakan untuk pengadaan bahan baku pangan. Sekitar 70 persen dana operasional dialokasikan untuk membeli bahan pangan dari petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Langkah ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan permintaan terhadap produk dalam negeri.

Selain itu, sekitar 20 persen anggaran digunakan untuk kebutuhan operasional, seperti biaya listrik, transportasi distribusi, serta insentif bagi relawan yang terlibat dalam program.

Libatkan 1,2 Juta Relawan

BGN mencatat, saat ini lebih dari 1,2 juta relawan SPPG telah terlibat dalam pelaksanaan Program MBG di berbagai wilayah Indonesia. Para relawan tersebut mendapatkan insentif dengan kisaran antara Rp2,4 juta hingga Rp3,2 juta per bulan, tergantung pada beban kerja di lapangan.

Dadan menegaskan bahwa kesejahteraan relawan menjadi perhatian penting, mengingat mereka merupakan ujung tombak dalam distribusi program kepada masyarakat.

“Insentif diberikan sesuai beban kerja agar program ini berjalan berkelanjutan dan optimal,” ujarnya.

Dorong Dampak Ganda Ekonomi

Selain sebagai program intervensi gizi, MBG juga dirancang untuk memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian masyarakat. Penyerapan tenaga kerja dan pembelian bahan baku lokal diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat di berbagai sektor.

BGN memastikan bahwa seluruh pengelolaan anggaran dilakukan secara akuntabel, transparan, dan efektif, dengan tujuan utama meningkatkan kualitas gizi masyarakat secara berkelanjutan.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri menjadi salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing di masa depan.

Komentar

Tampilkan

  • Anggaran BGN Rp268 Triliun, Fokus Program Makan Bergizi Gratis dan Transparansi Pengelolaan
  • 0

Terkini

Topik Populer