Iklan

Edukasi Pasar Modal Digelar di Untirta, 1.500 Mahasiswa Ikut Sosialisasi OJK

Kamis, 09 April 2026, April 09, 2026 WIB Last Updated 2026-04-20T02:28:58Z


SERANG KONTAK BANTEN — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berkomitmen memperkuat literasi keuangan di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, guna mencegah mahasiswa terjerat praktik keuangan ilegal yang kian marak.

Komitmen tersebut disampaikan Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Banten, Rina Dewiyanti, yang mewakili Gubernur Banten Andra Soni saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan Kuliah Umum Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu 2026.

Kegiatan yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Banten tersebut diikuti lebih dari 1.500 mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Acara berlangsung di Auditorium Kampus Sindangsari, Kabupaten Serang, Kamis (9/4/2026).

Dalam sambutannya, Rina menegaskan bahwa rendahnya tingkat literasi keuangan masih menjadi celah bagi praktik investasi ilegal yang merugikan masyarakat, terutama mahasiswa.

“Literasi keuangan masyarakat kita masih perlu ditingkatkan. Kondisi ini sering dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab melalui investasi bodong. Mahasiswa perlu mulai menabung, memiliki aset, berinvestasi, hingga menciptakan sumber pendapatan pasif sebagai langkah menuju kemandirian finansial,” ujarnya.

Menurutnya, literasi keuangan tidak hanya sebatas pengetahuan, tetapi juga mencakup keterampilan dan keyakinan dalam mengelola keuangan secara bijak dan terencana.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa tingkat literasi pasar modal di Indonesia masih tergolong rendah.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025, tingkat literasi pasar modal baru mencapai 17,78 persen. Angka tersebut menunjukkan masih banyak masyarakat, termasuk mahasiswa, yang belum memahami investasi secara benar.

“Yang terlihat terlalu menggiurkan justru sering menjadi jebakan. Ini yang harus diwaspadai generasi muda,” kata Hasan.

Ia menambahkan, maraknya kasus investasi ilegal dan pinjaman online ilegal menjadi indikator bahwa edukasi keuangan perlu terus diperkuat, terutama di lingkungan kampus.

Di sisi lain, Rektor Untirta, Fatah Sulaiman, menilai pemahaman pasar modal merupakan kebutuhan penting bagi mahasiswa di era digital dan global.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membekali mahasiswa tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga kemampuan literasi finansial yang aplikatif.

“Mahasiswa perlu melek digital, mampu merencanakan keuangan sejak dini, serta memahami investasi jangka panjang sebagai bekal masa depan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pihak kampus menyambut baik inisiatif OJK dan siap memperkuat kolaborasi agar edukasi yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi relevan dengan kebutuhan dunia nyata.

Melalui kegiatan ini, Pemprov Banten berharap kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya literasi keuangan semakin meningkat, sehingga mampu melindungi diri dari praktik investasi ilegal sekaligus mendorong kemandirian ekonomi di masa depan.

Komentar

Tampilkan

  • Edukasi Pasar Modal Digelar di Untirta, 1.500 Mahasiswa Ikut Sosialisasi OJK
  • 0

Terkini

Topik Populer