
Bupati Lebak, M Hasbi Asyidiki Jayabaya,dan , akhirnya mendatangi kediaman Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, di Kapugeran,
LEBAK, KONTAK BANTEN — Bupati Lebak, M Hasbi Asyidiki Jayabaya, akhirnya mendatangi kediaman Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, di Kapugeran, Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Rabu (1/4/2026). Pertemuan tersebut menjadi momen penting setelah muncul ketegangan antara keduanya dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kedatangan Bupati Hasbi turut didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Lebak, Halson Nainggolan, beserta ajudan. Selain itu, dua tokoh agama setempat, Kiyai Buhori dan Kiyai Bunyati, juga terlihat hadir di sekitar lokasi pertemuan.
Sekda Lebak, Halson Nainggolan, membenarkan adanya pertemuan tersebut. Ia menyebut kedua pimpinan daerah itu telah berbincang di dalam rumah Wakil Bupati selama kurang lebih setengah jam.
“Iya, sudah setengah jam berada di dalam rumah,” ujar Halson.
Pertemuan Setelah Ketegangan
Pertemuan ini menjadi yang pertama sejak terjadinya insiden dalam acara halalbihalal di Pendopo Bupati Lebak sehari sebelumnya. Dalam acara tersebut, Bupati Hasbi sempat menyebut Wakil Bupati Amir Hamzah sebagai mantan narapidana di hadapan publik.
Pernyataan tersebut memicu reaksi dari Amir Hamzah yang merasa tersinggung dan memilih meninggalkan acara (walkout). Ia mengaku merasa sakit hati dan terhina atas pernyataan tersebut.
Ketegangan antara dua pimpinan daerah ini sempat menjadi perhatian publik, mengingat keduanya merupakan pasangan kepala daerah yang diharapkan dapat bekerja sama dalam menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Lebak.
Upaya Mencairkan Suasana
Sebelumnya, pada Selasa (31/3/2026), Bupati Hasbi dikabarkan akan mengunjungi kediaman Wakil Bupati. Namun, pertemuan tersebut tidak terlaksana hingga malam hari.
Kunjungan yang akhirnya terealisasi pada Rabu ini dinilai sebagai langkah silaturahmi sekaligus upaya mencairkan hubungan yang sempat memanas. Kehadiran tokoh agama dalam pertemuan tersebut juga mengindikasikan adanya upaya mediasi agar kedua pihak dapat kembali bersinergi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari kedua belah pihak terkait hasil pembicaraan di dalam rumah. Namun, pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal rekonsiliasi demi menjaga stabilitas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Situasi ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi dan keharmonisan antar pimpinan daerah dalam menjalankan tugas pemerintahan, terutama dalam menjaga kepercayaan publik serta kelancaran program pembangunan di Kabupaten Lebak.