LEBANON KONTAK BANTEN — Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengungkap identitas empat prajurit yang menjadi korban dalam insiden serangan di pangkalan pasukan Indonesia di Distrik Marjayoun, Lebanon Selatan.
Dalam peristiwa tersebut, Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur saat menjalankan tugas. Sementara tiga prajurit lainnya mengalami luka, yakni Praka Rico Pramudia (luka berat), serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan (luka ringan).
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Aulia Dwi Nasrullah, menjelaskan para korban merupakan bagian dari misi perdamaian dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
“Mereka tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL dan sedang menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian di Lebanon Selatan saat insiden terjadi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (30/3/2026).
Insiden di Tengah Eskalasi Konflik
Serangan terjadi pada Minggu (29/3/2026) di tengah meningkatnya eskalasi konflik di wilayah Lebanon Selatan. Hingga kini, penyebab pasti insiden masih dalam penyelidikan oleh UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon).
“Insiden ini terjadi di tengah saling serang artileri. Hingga saat ini belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut. Investigasi masih berlangsung,” kata Aulia.
Proses Evakuasi dan Perawatan
TNI memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis. Dua prajurit dengan luka ringan dirawat di fasilitas kesehatan Level I UNIFIL.
Sementara itu, prajurit yang mengalami luka berat dievakuasi menggunakan helikopter ke Rumah Sakit St. George untuk mendapatkan perawatan intensif.
Adapun jenazah Praka Farizal Rhomadhon saat ini disemayamkan di Markas Sektor Timur UNIFIL. Proses administrasi pemulangan ke Indonesia tengah dilakukan dengan dukungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beirut.
TNI Tingkatkan Kewaspadaan
Seiring meningkatnya situasi keamanan di wilayah penugasan, TNI menyatakan telah mengambil langkah-langkah peningkatan kewaspadaan sesuai prosedur operasional standar (SOP) UNIFIL.
TNI menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan misi perdamaian dunia secara profesional, dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh prajurit yang bertugas di daerah konflik.
Insiden ini menjadi pengingat risiko tinggi yang dihadapi pasukan perdamaian Indonesia dalam menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan konflik internasional.
