SERANG KONTAK BANTEN — Kawasan Banten Lama kembali dipadati peziarah dalam peringatan Haul Agung Sultan Maulana Hasanuddin ke-456 Masehi (470 Hijriah) yang digelar mulai 25 hingga 30 Maret 2026.
Perhelatan yang diinisiasi oleh Majlis Agung Kesultanan Banten (MAKTAB) ini berlangsung selama sepekan dan menjadi salah satu agenda religi terbesar di Banten. Ribuan peziarah dari berbagai daerah di Indonesia mulai berdatangan sejak hari pertama.
Ketua Panitia Haul, Sholehuddin, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada ritual keagamaan, tetapi juga menjadi wadah integrasi antara nilai spiritual, budaya, dan ekonomi masyarakat.
“Kami menghadirkan suasana haul yang hidup. Semua kalangan harus merasakan getaran spiritual sekaligus kemeriahan budayanya,” ujar Sholehuddin, Jumat (27/3/2026).
Rangkaian Ibadah dan Puncak Acara
Dengan mengusung tema “Mengharap Berkah Menjemput Karomah, Menjunjung Tinggi Marwah”, rangkaian kegiatan keagamaan digelar secara intensif. Mulai dari khotmil Qur’an 30 juz non-stop, tadarus selama 24 jam, hingga ziarah akbar ke makam Sultan Maulana Hasanuddin.
Puncak acara diperkirakan terjadi pada Senin (30/3/2026), dengan agenda istigasah dan tabligh akbar yang akan dipusatkan di panggung utama kawasan Banten Lama. Ribuan jamaah diprediksi akan memadati lokasi untuk mengikuti doa bersama.
Aksi Sosial dan Budaya
Selain kegiatan religi, panitia juga menggelar sejumlah aksi sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi isbat nikah dan khitanan massal yang dilaksanakan di Banten Islamic Center.
Di sisi lain, nuansa budaya lokal turut dihadirkan melalui Festival Kebantenan dan pertunjukan debus yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Dorong Ekonomi UMKM
Haul Agung tahun ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut ambil bagian dalam bazaar rakyat yang digelar di kawasan acara.
Kehadiran para peziarah memberikan peluang bagi pedagang lokal untuk meningkatkan pendapatan, sekaligus menunjukkan bahwa tradisi keagamaan mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
Magnet Wisata Religi
Dengan kemasan yang lebih modern dan inklusif, Haul Agung Sultan Maulana Hasanuddin 2026 tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga berperan sebagai penguat identitas keislaman Banten.
Selain itu, kegiatan ini semakin mempertegas posisi Banten Lama sebagai salah satu destinasi wisata religi unggulan di Indonesia yang terus menarik minat masyarakat dari berbagai daerah.
