BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil membeberkan sejumlah alasan mengapa Pemprov Jabar tidak menaikkan nilai Upah Minimum Provinsi (UMP) provinsi itu pada tahun 2021 yang nilainya sama dengan UMP tahun 2020, yakni 1.810.351,36 rupiah.
"Itu kan sesuai dengan surat edaran, kenapa (UMP Jabar 2021 tidak naik), karena 60 persen industri di Indonesia ada di Jawa Barat dan saat (pandemi) Covid-19 yang paling terdampak itu adalah manufaktur," kata Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, di Bandung, Senin.
Sehingga, kata Kang Emil, bisa dibayangkan bahwa sekitar 60 persen industri dari semua industri yang ada di Indonesia itu ada di Provinsi Jabar.
Kang Emil menuturkan berdasarkan hasil kajian dan kesepakatan di Dewan Pengupahan Jawa Barat dinyatakan bahwa apabila upah minimum tahun ini dipaksakan naik, akan banyak perusahaan yang gulung tikar dan akhirnya berujung pada PHK pegawainya.
"Nah, hasil kajiannya dan kesepakatannya, kalau ada kenaikan, si
manufaktur yang sudah terpuruk ini akan lebih terpuruk lagi, sehingga
nanti ujungnya PHK. Kan justru kasihan, lebih terpuruk lagi," katanya.
Oleh karena itu, orang nomor satu di Provinsi Jabar itu mengimbau
kepada seluruh pekerja dan masyarakat untuk memaklumi krisis akibat
pandemi Covid-19 ini terkait penetapan UMP Jabar Tahun 2021.
"Makanya saya mohon dipermaklumkan dan tidak bisa diperbandingkan,
karena tadi di Jateng begitu, di DKI Jakarta ada syarat kan, karena kami
industrinya mayoritas ada di Jabar," kata dia.
Sebelumnya,
Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil menetapkan upah minimum
provinsi (UMP) Provinsi Jabar Tahun 2021 sebesar 1.810.351,36 rupiah,
keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor
561/Kep.722-Yanbangsos/2020 tentang Upah Minimum Provinsi Jawa Barat
Tahun 2021.
Besaran nilai UMP Jawa Barat Tahun 2021 sama dengan nilai UMP Jawa Barat Tahun 2020, yakni sebesar 1.810.351,36 rupiah.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi
Jabar Rachmat Taufik Garsadi mengatakan dalam menetapkan UMP Tahun 2021,
Pemprov Jabar mengacu pada surat edaran Menakertrans melalui Surat
Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/11/HK.04/X/2020 Tentang Penetapan
Upah Minimum Tahun 2021 Pada Masa Pandemi Covid-19.
