Iklan

Pemilu AS Menghabiskan Dana Hingga 14 Miliar Dollar AS

Senin, 02 November 2020, November 02, 2020 WIB Last Updated 2026-04-20T02:30:15Z

 

WASHINGTON – Pemilihan umum Amerika Serikat (AS) 2020 yang terdiri dari pemi­lihan presiden (pilpres) dan anggota kongres tercatat meng­habiskan biaya total mencapai 14 miliar dollar AS atau setara 205,4 triliun rupiah.

Sebuah studi seperti yang dilansir dari Xinhua Indone­sia pada Minggu (1/11), me­nyebutkan bahwa pengeluaran biaya pemilihan umum pada tahun ini lebih besar dari ga­bungan pengeluaran selama dua siklus pemilu sebelumnya.

Menurut perkiraan dari Cen­ter for Responsive Politics (CRP), Pilpres 2020 yang dijadwalkan 3 November nanti menelan bia­ya lebih dari 6,6 miliar dollar AS (96,8 triliun rupiah), sedang­kan donasi yang digalang untuk bursa kursi kongres akan me­lampaui 7,2 miliar dollar AS atau 105,6 triliun rupiah.

Sejauh ini, Partai Demokrat membelanjakan bagian terbe­sar dari angka tersebut, yang mencapai 6,9 miliar dollar AS, dibandingkan dengan 3,8 miliar dollar AS yang dikeluarkan para kandidat dan kelompok dari Partai Republik, tunjuk data itu.

“Para donor menggelontor­kan uang dalam jumlah besar untuk pemilu midterm 2018, dan pada 2020 ini, tren ter­sebut tampak berlanjut, tetapi dengan angka lebih besar,” tu­tur Sheila Krumholz, Direktur Eksekutif CRP.

Kandidat Partai Demokrat, Joe Biden, akan menjadi capres pertama dalam sejarah yang mengumpulkan dana hingga satu miliar dollar AS atau 14,7 triliun rupiah dari para donor, setelah kampanyenya menca­tatkan rekor 938 juta dollar AS (13,7 triliun rupiah) hingga 14 Oktober lalu. Sementara itu, Pre­siden petahana, Donald Trump, mengumpulkan 596 juta dollar AS (8,7 triliun rupiah).

“Sepuluh tahun lalu, sulit dibayangkan ada capres yang dapat mengumpulkan donasi hingga satu miliar dollar AS. Pada pemilu kali ini, kemung­kinan dua capres seperti itu,” lanjut Krumholz.

Kampanye Terakhir

Sementara itu, Donald Trump, Minggu (waktu setem­pat), mengawali rentetan kam­panye terakhirnya hingga Senin, 2 November 2020 (waktu setem­pat). Trump akan berkampanye di negara-negara bagian yang menjadi medan pertempuran dengan pesaingnya, Joe Biden.

Trump akan berkampanye di 10 titik dalam dua hari ini yang merupakan jadwal kam­panye tersibuknya.

Trump akan menggelar rapat umum di Michigan, Iowa, North Carolina, Georgia, dan Flori­da pada Minggu, 1 November 2020, waktu setempat. Sedang­kan pada Senin, ia berkampanye di North Carolina, Pennsylvania, dan Wisconsin, dan dua titik di Michigan. Ia akan mengakhiri rangkaian kampanyenya pada Senin malam, 2 November 2020, di Grand Rapids, Michigan.

Sementara itu, Joe Biden berkampanye di Pennsylvania, negara bagian yang mungkin bakal menentukan pemenang pilpres. Biden menjadikan cara penanganan Covid-19 oleh Pre­siden Trump sebagai senjatanya untuk meraih hati para pemilih.

Jajak pendapat nasional me­nunjukkan Biden mengungguli Trump. Namun, survei di be­berapa negara bagian menun­jukkan selisih suara yang tipis antara Trump dan Biden.

Untuk memenangkan kem­bali pilpres AS, Trump harus unggul di negara bagian yang empat tahun lalu ia kuasai, se­perti Florida, Georgia, North Carolina, Ohio, Iowa, dan Ari­zona.
Komentar

Tampilkan

  • Pemilu AS Menghabiskan Dana Hingga 14 Miliar Dollar AS
  • 0

Terkini

Topik Populer