JAKARTA – Pemerintah daerah yang menjadi destinasi wisata favorit masyarakat diminta mengantisipasi naiknya kasus positif Covid-19 akibat klaster libur panjang pada akhir pekan ini.
“Untuk daerah-daerah destinasi wisata dari data yang telah kami sampaikan, kami mohon kesiapsiagaannya untuk mengantisipasi timbulnya klaster libur panjang,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dalam keterangan pers yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (27/10).
Pemerintah menetapkan cuti bersama dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW pada 28 hingga 30 Oktober 2020. Dengan keputusan itu, maka akan ada lima hari libur yang jatuh pada 28 Oktober–1 November.
Sementara itu, pada Selasa (27/10), kasus konfirmasi positif Covid-19 masih bertambah 3.520 kasus baru. Penambahan itu menyebabkan total kasus Covid-19 di Indonesia kini mencapai 396.454 orang, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020. Dari jumlah itu, 322.248 orang dinyatakan sembuh, sementara 13.512 orang meninggal dunia.
Wiku mengingatkan, berkaca pada libur panjang Agustus lalu, bisa saja kembali terjadi kenaikan kasus positif Covid-19 secara nasional pada libur panjang akhir pekan ini.
Ia menyebut salah satu antisipasi yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kapasitas fasilitas kesehatan atau rumah sakit.
Dengan begitu, jika terjadi lonjakan pasien Covid-19, kapasitas RS masih memadai.
“Kami meminta pemda agar meningkatkan kapasitas fasilitas kesehatan,” kata Wiku.
Selain itu, ia juga meminta pemda untuk meningkatkan kapasitas tes Covid-19 di masyarakat. Setiap faskes juga harus dipastikan siap untuk melayani masyarakat yang ingin melakukan swab test.
“Agar masyarakat maupun pelaku perjalanan dapat melakukan screening secara mandiri sebagai langkah preventif dan diagnosa dini,” kata dia.
Sebagai upaya preventif, Wiku juga meminta pemda memastikan tiap lokasi wisata dan fasilitas umum tersebut memiliki protokol kesehatan yang baik.
Jawa Timur Tertinggi
Untuk mencegah terjadi kerumunan, pemerintah daerah bisa melakukan pembatasan kapasitas maksimal 50 persen dari total pengunjung.
Wiku juga mengungkapkan jumlah kematian akibat Covid-19 secara nasional naik hingga 18 persen dalam sepekan.
Berdasarkan data Satgas, jumlah kematian dalam waktu satu minggu pada 12–18 Oktober berjumlah 665 kasus. Jumlahnya naik pada 19–26 Oktober menjadi 785 kasus.
“Secara nasional, jumlah kematian pada pekan terakhir mengalami kenaikan 18 persen dibandingkan pekan sebelumnya,” kata Wiku.
Adapun lima provinsi dengan kenaikan jumlah kematian terbesar yakni Jawa Barat naik 89 kasus, Sumatera Barat naik 22 kasus, Jawa Tengah naik 16 kasus, Kepulauan Riau naik 10 kasus, dan Nusa Tenggara Barat naik tujuh kasus.
Wiku menyebut Provinsi Jawa Tengah perlu menjadi perhatian karena telah dua pekan berturut-turut berada di kategori lima daerah dengan kenaikan kematian terbanyak.
“Untuk Jawa Tengah masih bertahan pada penambahan kematian tertinggi seperti pekan sebelumnya,” ujar Wiku.
Sementara itu, Provinsi Banten, Aceh, DKI Jakarta, dan Sumatera Utara yang sebelumnya berada pada kategori lima daerah dengan kenaikan tertinggi, berhasil menekan angka kematiannya pada pekan ini.
Jika dilihat berdasarkan persentase, Provinsi Jawa Timur berada di posisi pertama dengan kasus kematian tertinggi. Persentasenya sebesar 7,24 persen.
“Perlu perhatian khusus pada beberapa provinsi yang berada di lima besar angka kematian,” ujar Wiku.
Sementara itu Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemerintah sudah menjalin kerja sama dengan tiga perusahaan swasta untuk memproduksi dosis vaksin Covid-19.
