Iklan

NTB dalam ancaman krisis air bersih

Rabu, 01 Juli 2020, Juli 01, 2020 WIB Last Updated 2026-04-20T02:30:26Z

Nusa Tenggara Barat (NTB) masih belum bebas dari ancaman krisis air, terlebih di musim kemarau. Sehingga pengentasan masalah air bersih di pulau Lombok dan Sumbawa harus betul-betul disegerakan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kita serius membenahi masalah air di NTB, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” tegaskan Wakil Gubernur NTB, Dr. Sitti Rohmi Djalilah.
Wanita yang sering mengenakan jilbab hijau ini mengingatkan agar Program SPAM Regional dilakukan dengan perencanaan yang matang, mulai dari hulu ke hilir.
“Kami ingin perencanaan yang matang. SPAM Regional ini, harus sungguh-sungguh menjawab masalah kekurangan air di pulau Lombok dan Sumbawa,” harapnya.
jika SPAM Regional selesai, kata Rohmi, maka masalah air bersih di Pulau Lombok dan Sumbawa akan selesai. Namun dirinya terlebih dulu ingin mengetahui pemetaan terhadap sumber-sumber air yang ada di NTB.
“Kita harus segera memetakan daerah-daerah yang belum terairi, Sehingga kita pastikan SPAM regional ini bisa bermanfaat,” imbuh Rohmi.
Rohmi juga menegaskan beberapa hal penting yang perlu mendapat perhatian serius. Pertama, SPAM Regional harus mampu menyediakan sumber air yang bersih dan aman, khususnya akses untuk daerah sulit air seperti untuk Lombok Tengah dan Lombok Timur bagian selatan.
Selanjutnya, meminta adanya pemetaan yang fleksibel tentang kondisi air di Lombok dan Sumbawa sehingga pemerataan pasokan air bisa dicapai, sehingga pembangunan ini benar-benar berdasarkan data konkret di lapangan.
Ketiga, meminta agar ketersediaan air untuk daerah Lombok Tengah dan Lombok Timur bagian selatan betul-betul menjadi perhatian dari Cipta Karya maupun BWS.
“Pembangunan SPAM Regional ini harus jelas sumbernya, hingga berapa debit rillnya saat proyek itu beroperasi,” tegasnya.
Perwakilan Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTB Ika Sri Rejeki menyatakan bahwa program SPAM Regional didukung oleh pemerintah pusat namun dengan catatan perbaikan, khususnya daerah penerima manfaat.
“Sangat kita dukung. Namun ada beberapa catatan yang harus di review kembali. Belum terlihat jelas pemetaan daerah yang menerima manfaat,” katanya.
Ika menambahkan, dalam masalah ini kementrian juga siap membantu.
“Kementerian PUPR siap membantu pemerintah Provinsi NTB” tutupnya.
Komentar

Tampilkan

  • NTB dalam ancaman krisis air bersih
  • 0

Terkini

Topik Populer