JAKARTA-Mantan Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan 12 Muhammad Jusuf Kalla
memperkirakan pelaksanaan kebijakan normal baru atau new normal di Tanah
Air bisa berlangsung tiga tahun.
“Berapa lama? Itu minimum tiga tahun,” kata dia saat diskusi virtual
yang diselenggarakan Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju dengan
tema The New Normal Indonesia yang dipantau di Jakarta, Sabtu (30/6).
Ia mengatakan misalkan vaksin COVID-19 dapat ditemukan pada Februari
2021. Setelah ditemukan maka tahapan selanjutnya ialah produksi vaksin
secara massal.
Jika jumlah penduduk dunia saat ini sekitar tujuh miliar maka lima
miliar di antaranya harus divaksin. Khusus di Indonesia jumlah
penduduknya sekitar 270 juta jiwa maka 250 juta orang harus diberikan
vaksin.
“Artinya setelah ditemukan, uji klinis kemudian bikin pabriknya
minimal butuh waktu lima bulanan,” kata JK yang juga Ketua Umum Palang
Merah Indonesia (PMI) tersebut.
Setelah berhasil diproduksi secara massal, maka negara-negara maju
seperti Amerika, Inggris dan sebagainya akan memesan lebih duluan.
Indonesia sendiri, kata dia, diperkirakan baru bisa mendapat vaksin
tersebut akhir tahun 2021 atau kisaran Agustus atau September.
Langkah selanjutnya ialah memikirkan pemberian vaksin secara massal
dengan jumlah penduduk yang mencapai 250 juta jiwa dan tersebar di lima
pulau besar.
Misal rumah sakit hanya bisa memberikan vaksin 100 ribu per hari
artinya membutuhkan waktu 2.500 hari. Kalau bisa, akan diupayakan satu
juta vaksin dalam satu hari maka butuh waktu sekitar satu tahun.
“Mudah-mudahan bisa sejuta per hari tapi itu bukan pekerjaan gampang,” ujarnya.
Oleh karena itu ia terus mengingatkan masyarakat selalu menyiapkan
berbagai kebutuhan kesehatan di antaranya masker untuk jangka panjang
sampai kehidupan kembali normal
