![]() |
CIPUTAT-Putra Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Pilar Saga Ichsan
bakal calon wakil walikota Tangsel 2020 ini menyingung soal penyelesaian
problematika dunia industri di Tangsel. Dirinya memprediksi Tangsel
akan berkembang menjadi Silicon Valley bidang IT.
Pria kelahiran Bandung ini, menyampaikan persoalan dunia industri
saat ini memang tidak mudah. Selain tuntutan kenaikan upamim minimum
Kota (UMK) yang setiap tahun naik dan tidak pernah turun dan dipastikan
sampaikapanpun tuntutanya akan terus naik. Serta persaingan yang dunia
industri yang semakin ketat membuat dunia industri sangat sulit.
“Kedepannya memang dunia industri padat karya akan sulit, kecuali
dengan teknologi mesin. Di Tangsel pun demikian teknologi meskin mungkin
bisa bertahap tapi kalau padat karya sulit rasanya,” katanya.
Prediksi ke depan di Tangsel, industri padat karya akan runtuh dan
tergantikan dengan padat modal. Tapi ada harapan yang jauh lebih cerah,
dan tak lagi mempersoalkan tentang UMK bagi para investor yang mana
Tangsel akan menjadi satu kawasan pengembangan IT super canggih di
Indonesia. Dirinya berkaca di Amerika Serikat satu kawasan menjadi
pengembangan salah satu produk teknologi yang membanjiri pasar seluruh
dunia. Di sana pula ada beragam startup di bidang teknologi.
“Silicon Valley yaitu IT. Jadi investor bidang IT ada di Tangsel.
Saya pernah melihat di Teluk San Fransisco di California Utara, Amerika
Serikat pengembangan Apple, Google, dan Facebook dan lain-lain. Mungkin
Indonesia di bagian barat ada di Tangsel. Dan rata-rata invetor seperti
ini tak lagi mempersoalkan UMK karena mereka SDM nya juga para ahli
dibidang IT,” tukas anak muda yang suka ngoprek motor custome.
Satu sisi memang dunia industri mampu menopang tenaga kerja, yang
didominasi biasanya adalah warga sekitar pabrik. Jika mereka mulai
hengkang satu persatu, otomatis jumlah pengangguran akan bertambah di
Tangsel. Di sisi lain, industri juga menyumpang pajak kepada pemerintah
daerah, oleh karenanya keduanya saling membutuhkan.
“Memang permasalahan di banten kalau bicara industri itu banyak lagi
ke priangan timur atau wilayah Jawa. Karena yang masih sangat rendah
UMKnya. Itu memang permasalahannya,” lanjut pengusaha kuliner.
Apa yang dapat dilakukan oleh Pemkot Tangsel adalah menegakan aturan
dan ketentuan yang ada. Di luar itu rasanya akan sulit. hambatan lain
Tangsel didesain sebagai kota perdagangan dan jasa bukan kota industri,
sehingga lahannya juga tidak ada untuk kawasan Industri. Saat ini memang
ada tapi jumlahnya sangat terbatas sekali sesuai peruntukan memang
tidak ada penambahan.
“Tentu pemerintah kota mungkin hanya bisa menegakan aturan-aturan
yang memang domainnya saja. tapi kalau sudah lebih dari itu agak sulit.
Lahan untuk industri juga berkurang. Peruntukannya memang sudah tidak
ada,” tambah ia.
Untuk memecahkan problematika ini butuh disuksi panjang, melakukan
riset lapangan, pokok-pokok persoalan yang muncul dan sebagainya.
Langkah industri saat ini beralih kepada kebutuhan pasar adalah satu
upaya yang sangat tepat. Mereka banyak memproduksi alat pelindung diri
(APD), cairan hand sanitaizer dan sebagainya. Tentu ini semata-mata
selain memang dapat mencari keuntungan juga memperhatikan karyawan agar
tetap bekerja.
“Itu akan saya pikirkan dan saya belum menemukan rumusnya agar
industri dapat bisa bertahan. Kalau sekarang industri larinya kepada
kebutuhan Covid. Pabrik lemarinya bikin hand sanitizer, pabrik konveksi
membuat masker dan APD. Dan kalau memang ada produknya, Pemkot ke
depannya kalau belanja bisa ke pabrik-pabrik yang ada di Tangsel. Itu
mungkin salah satu yang bisa bantu supaya mereka tidak tutup,” tutupnya.
Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie menjelaskan soal kebijakan
Pemkot dalam mengantisipasi kemungkinan pailit industri selama Corona.
Pihaknya melakukan berbagai upaya. Hal ini dilakukan supaya memberikan
perlindungan dan perhatian bagi dunia industri dengan
kebijakan-kebijakan yang telah digulairkan.
Menurutnya, dunia industri adalah bagian dari urat nadi pemerintah
daerah maupun pusat. Bukan hanya pemasukan pajaknya, tapi penyerapan
tenaga kerja dan berkontribusi pengurangan pengangguran.
“Dampak pandemi Corona dialami secara nasional. Bahkan global. Salah
satunya pada bidang industri. Langkah pemkot dalam hal mengantisipasi
kemungkinan pailit industri dengan melakukan intervensi di berbagai
lini baik relaksasi pajak ataupun stimulus modal mengikuti program yang
ditetapkan pemerintah pusat,” katanya.
