Iklan

11 Pasar Tradisional di Kabupaten Serang Terapkan Belanja Daring

Selasa, 07 April 2020, April 07, 2020 WIB Last Updated 2026-04-20T02:30:51Z


SERANG, (KB).- Sebanyak 11 pasar tradisional di Kabupaten Serang saat ini mulai menerapkan transaksi belanja dalam jaringan (Daring) atau online. Hal itu dilakukan karena selama pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) jumlah pembeli atau konsumen yang datang ke pasar menurun sekitar 40 persen.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang Abdul Wahid menuturkan, sejak pekan lalu Diskoperindag telah menerapkan sistem belanja daring di 11 pasar tradisional milik Pemerintah Kabupaten Serang.
“Pasar pemda yang ada di sejumlah kecamatan. Seperti Pasar Petir, Ciomas, Padarincang, Anyer, pokoknya ada 11 pasar. Semuanya pake sistem Wa (WhatsApp) ke Wa antara pedagang dan pembeli ,” katanya kepada Kabar Banten, Senin (6/4/2020).
Menurut Wahid, hal itu dilakukan karena dari hasil monitoring pihaknya ke sejumlah pasar, pembeli yang datang ke pasar menurun sekitar 40 persen. Sistem tersebut dinilai mampu membantu ekonomi atau penjualan para pedagang yang ada di pasar.
“Sudah kami terapkan daring atau dari Wa ke Wa. Ini cara yang cepat karena kemarin Kamis lalu dalam monitoring saya di pasar itu ternyata sudah hampir 40 persen pembeli yang datang ke pasar,” tuturnya.
Wahid mengungkapkan, sistem penjualan tersebut saat ini sudah disampaikan melalui camat kemudian ke lurah. Sehingga nantinya dapat disampaikan kembali kepada semua masyarakat.
Dia menjelaskan, Diskoperindag telah melakukan pengumpulan data para pedagang, baik pedagang sayur, buah, daging dan lainnya.
Nantinya pedagang dan pembeli melakukan komunikasi secara langsung dan dapat melakukan pemesanan kemudian diantar menggunakan ojek konvensional maupun daring atau online. Pemesanannya pun sesuai dengan jarak antara rumah pembeli dengan pedagang tersebut.
“Karena pasar itu tidak bisa untuk membeli orang jauh. Misalnya orang Ciruas tidak mungkin beli di Baros tapi pasti membeli di pasar terdekat, karena makin jauh ongkos ojeknya semakin mahal,” ujarnya.
Dia menuturkan, jika melihat kondisi saat ini kedepannya orang-orang akan semakin sepi ke pasar karena banyak larangan. Sehingga diharapkan dengan adanya sistem online ini, pedagang dan pembeli dapat terbantu.
“Pedagang kan banyak yang mengeluh pendapatan dan penjualan berkurang. Jadi mudah-mudahan dengan cara ini bisa membantu keduanya,” ucapnya.
Komentar

Tampilkan

  • 11 Pasar Tradisional di Kabupaten Serang Terapkan Belanja Daring
  • 0

Terkini

Topik Populer