![]() |
TANGSEL-Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany
didaulat menjadi Tokoh Pemberdayaan Perempuan (Women Emprovement
Figures). Penghargaan diberikan oleh Universitas Muhammadiyah Tangerang
(UMT) pada puncak peringatan 1 dasawarsa UMT pada 1 September 2019 lalu.
Terpilihnya Walikota Airin sebagai tokoh pemberdayaan perempuan
karena dinilai mampu meningkatkan pemberdayaan perempuan di kota yang
dipimpinnya. Dengan sejumlah program dan terobosannya, peran-peran
perempuan di Kota Tangsel terus dimaksimalkan.
Penghargaan ini melengkapi prestasi Airin dalam bidang pemberdayaan
perempuan. Sebelumnya, belum lama ini, Walikota Airin juga mendapat
penghargaan “Indonesian Women Leaders 2018” kategori Most Powerful In
Politics di Auditorium Gedung Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan anak, Jakarta.
“Keunggulan kepemimpinan perempuan yakni lebih cepat mendefinisikan
harapan kerja dan bisa memberikan contoh yang baik kepada bawahan. Itu
yang selalu saya kerjakan selama ini,” kata Airin dalam kesempatan
tersebut.
Dalam pekerjaannya saat ini, Airin mengatakan selalu mendengar
masukan dan saran dari staf lain. Hal tersebut yang membuat dirinya
mampu mengerjakan berbagai macam persoalan tanpa memberatkan siapapun.
Ini juga yang menyebabkan proses pekerjaan bersama dengan staf lain
berjalan lancar.
Sebagai salah satu pemimpin perempuan, dia menambahkan tantangan yang
dihadapi oleh pemerintah daerah dalam bidang pemberdayaan perempuan
yakni bagaimana meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan serta peran
kaum perempuan dalam berbagai bidang. “Oleh sebab itu, dengan adanya
penghargaan ini, pimpinan daerah di Seluruh Indonesia bisa lebih leluasa
membuat kebijakan untuk perempuan,” kata dia.
Kesuksesan Airin dalam memberdayakan perempuan di Tangsel juga
berdampak pada jumlah kursi di DPRD Kota Tangsel. Keterwakilan di kursi
parlemen Tangsel periode 2019-2024 meningkat melebihi ekspektasi syarat
30%. Dari hasil penetapan kursi DPRD Tangsel, porsi untuk perempuan
meningkat menjadi 32%. Airin menargetkan pada pemilu selanjutnya,
keterwakilan perempuan Tangsel bisa mencapai 50%.
Adanya keterwakilan perempuan yang signifikan di DPRD Tangsel akan
memberi manfaat terhadap persoalan-persoalan perempuan yang dialami saat
ini.
Selain soal pemberdayaan perempuan, sejumlah prestasi lain juga
sukses ditorehkan Pemkot Tangsel di bawah kepemimpinan Airin. Dengan
motto Tangsel yang Cerdas, Modern dan Religius, Airin berupaya motto
tersebut bisa diimplementasikan oleh masyarakat Kota Tangsel.
Selama dua periode kepemimpinan Airin, Indeks Pembangunan Manusia
(IPM) Tangsel mencapai 80,84 persen yang menjadi salah satu tertinggi di
Indonesia. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) yang terjaga di atas
rata-rata provinsi dan nasional yang mencapai 7,46 di tahun 2018. PDRB
per kapita mencapai Rp 41,53 juta. Tingkat pengangguran 4,67 persen, dan
tingkat kemiskinan terjaga dibawah 2 persen, yakni 1,68 persen yang
menjadi terendah di tingkat Kabupaten/Kota.
Kemudian berbagai penghargaan yang telah dinobatkan untuk Tangsel
selama duet kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota, Benyamin Davnie,
salah satunya penghargaan Kota Layak Anak, dan lainnya.
“Saya berharap penghargaan ini bisa dijadikan semangat bagi
pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk terus melakukan inovasi dan
kolaborasi dengan berbagai pihak dalam membangun daerah, sehingga mampu
mewujudkan Kota Tangerang Selatan menjadi salah satu daerah terbaik di
Indonesia,” ujarnya.
Tak lupa Airin mengucapkan selamat dirgahayu kepada Universitas
Muhammadiyah Tangerang yang ke 10 tahun. “Atas nama Pemerintah Kota dan
masyarakat Kota Tangerang Selatan mengucapkan selamat dan Dirgahayu UMT
ke- 10, semoga terus memberikan manfaat maslahat, mencerdaskan warga
Tangerang yang terdepan yang membawa kemajuan dan kesejahteraan,”
tukasnya.
Rektor UMT Ahmad Amarullah menyatakan, penghargaan ini atas riset
dosen UMT dan mahasiswa yang kredibel. “Dan bagi penerima sangat layak
karena kontribusinya di dunia pendidikan,” ucapnya.

