PANDEGLANG, (KB).- Badan Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang mencatat, sebanyak 14 dari 35
kecamatan di Kabupaten Pandeglang dilanda kekeringan, sehingga mengalami
krisis air bersih.
Kepala BPBD Pandeglang Surya Darmawan menyebutkan, ada sekitar 14
kecamatan yang dilanda krisis ai. Di antaranya Kecamatan Cikeusik,
Munjul, Picung, Sobang, Angsana, Sukaresmi, Patia, Bojong, Labuan,
Cibaliung, Sindangresmi, Picung dan Kecamatan Pagelaran.
“BPBD telah menyalurkan air bersih, bahkan juga dilakukan oleh PDAM
dan juga oleh pihak terkait lainnya yang peduli kepada masyarakat yang
membutuhkan air bersih,” tutur Kepala BPBD Pandeglang Surya Darmawan , Jumat (13/9/2019).
Ia mengaku, saat ini merupakan puncak musim kemarau dan diprediksi
akan berakhir bulan Oktober mendatang. Akan tetapi, jika kemarau
berkepanjangan melebihi bulan Oktober, maka akan berdampak pada pasokan
air bersih yang juga akan berkurang.
“Maka rencana aksi kami akan mengusulkan pembuatan sumur bor,
menyiapkan mobil water treatment, atau teknologi tepat sederhana
pengiriman air. Selain itu juga kami meminta rehabilitasi irigasi yang
masih ada sumber air,” tuturnya.
Sementara itu Bupati Pandeglang Irna Narulita meminta BPBD bersinergi
dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian, agar segera membantu
mengatasi kekeringan di lapangan. Hal itu guna mengamankan lumbung
pangan. Mengingat Pandeglang menjadi salah satu lumbung pangan nasional.
“Harapan kami BPBD bersinergi dengan Ketapang dan Distan untuk bisa
segera membantu mengatasi kekeringan di lapangan agar lumbung pangan
bisa diamankan. Kalau kekeringan lain seperti air bersih untuk minum,
sanitasi kan sudah disuplai,” tuturnya.
Untuk itu, bupati mengimbau masyarakat agar memanfaatkan pasokan air
bersih dengan bijak. Masyarakat diingatkan untuk bisa membagi kebutuhan
air saat musim kemarau.
“Manfaatkan air bersih yang disalurkan, jangan menghamburkan air.
Dengan keterbatasan ini masyarakat harus bisa membagi kebutuhan air saat
musim kemarau. Kalau sawah butuh pompa, kami turunkan Alsintan,” ujar
Irna.
