Iklan

Presiden Joko Widodo Bertemu Dengan Pimpinan Redaksi Media Massa

Selasa, 03 September 2019, September 03, 2019 WIB Last Updated 2026-04-20T02:29:35Z


BERTEMU PEMRED MEDIA MASSA I Presiden Joko Widodo menerima para pemimpin redaksi media massa di Istana Merdeka, Jakarta Selasa (3/9). Pada pertemuan tersebut Presiden menjelaskan sejumlah persoalan antara lain, mengenai pemindahan ibu kota, situasi terkini di Papua, dan calon pimpinan KPK.
KARTA – Presiden Joko Widodo mengatakan kawasan ibu kota baru di Provinsi Ka­limantan Timur bukan hanya untuk gedung kementerian serta lembaga saja. Pemerin­tah juga menyiapkan lahan untuk permukiman masyara­kat umum.
“Lahan yang disediakan untuk dijual ke masyarakat umum seluas 30.000 hektare dari total lahan yang dipatok untuk ibu kota,” kata Presiden saat berbincang dengan se­jumlah pemimpin redaksi me­dia massa di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/9).
Pemerintah sudah menen­tukan lokasi yang akan dija­dikan ibu kota negara sebagai pengganti DKI Jakarta. Daerah yang dimaksud berada di seba­gian wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.
Penentuan lokasi tersebut didasarkan pada kajian kom­prehensif yang dilakukan oleh Bappenas selama sekitar tiga tahun terakhir.
Presiden memastikan, harga jual lahan akan dibuat ter­jangkau oleh warga. “Misalnya kita jual dua juta rupiah per meter saja harganya, kita su­dah bisa dapat 600 triliun ru­piah,” ujar Jokowi.
Angka tersebut, tegas Presiden, tentu sudah dapat me­nutupi kebutuhan anggaran pembangunan ibu kota baru sebesar 466 triliun rupiah. Bah­kan, apabila rencana ini ter­laksana, sumber pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) boleh jadi tidak diperlukan lagi. Presiden meyakini, ma­syarakat tertarik untuk bermu­kim di ibu kota baru.
“Ini ibu kota negara lho. Sia­pa yang tidak mau membeli ta­nah seharga begitu? Mungkin tiga hari (baru dibuka), sudah habis,” lanjut Presiden.
Bangunan Pertama
Pada kesempatan itu, Ke­pala Negara juga menjelaskan bahwa bangunan pertama yang akan dibangun pemerintah di ibu kota baru adalah tempat-tempat ibadah. Setelah tempat ibadah, yang akan dibangun se­lanjutnya adalah Istana Kepresidenan, ruang-ruang terbuka hijau, kemudian baru gedung-gedung kementerian/lembaga.
“Mengapa tempat ibadah, supaya dapat berkah,” ujar Presiden.
Presiden menjelaskan to­tal luas ibu kota baru dipatok 180.000 hektare, namun tak se­luruhnya didirikan bangunan. Dari jumlah itu, hanya 40.000 hektare yang akan dikembangkan, baik untuk gedung-gedung pemerintah maupun permuki­man. Dari lahan seluas 40.000 itu, sebanyak 10.000 hektare yang akan diperuntukkan bagi gedung-gedung pemerintah.
“Tahap yang pertama, akan dikembangkan dulu 4.000 hek­tare (dari 10.000 hektare yang diperuntukkan bagi gedung pemerintah). Pada lahan seluas 4.000 hektare inilah tempat-tempat ibadah, Istana Kepresidenan, ruang terbuka hijau, serta gedung kementerian/lembaga akan didirikan perta­ma kali,” ujar Jokowi.
Komentar

Tampilkan

  • Presiden Joko Widodo Bertemu Dengan Pimpinan Redaksi Media Massa
  • 0

Terkini

Topik Populer