KOTA TANGERANG KONTAK BANTEN Sebanyak 10 kecamatan yang ada di Kota Tangerang terendam
banjir dengan ketinggian hingga 150 centimeter. Bahkan tidak sedikit
warga yang terpaksa mengungsi para rumah potong hewan (RPH).
Kepala
Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang,
Mahdiar mengatakan banjir yang melanda 10 kecamatan ketinggiannya
bervariasi. Muka air sendiri naik sejak dini hari tadi.
"Pertama
di Kecamatan Periuk, yakni jalan utama Villa Mutiara Pluit, (±40 cm-
01.43 WIB, Red). Yang terdampak jalan dan pemukiman," ujar Mahdiar,
Minggu 8 Maret 2026.
Kemudian, sambung Mahdiar,
jalan utama Danau Situ Bulakan dengan letinggian(±60 cm-02.40 WIB),
jalan raya Duta Perum Taman Cibodas, Sangiang Jaya (±50cm-02.55 WIB).
Lalu, jembatan Alamanda, Gerbang Raya (±150 cm-00.23 WIB).
Kedua,
lanjutnya, Kecamatan Cipondoh di Kampung Candulan RT.002/06, Petir (±70
cm-20.47 WIB). Ketiga, Kecamatan Karang Tengah pada Komplek Ciledug
Indah 1, Pedurenan (±80 cm- 04.07 WIB).
"Keempat,
Kecamatan Jatiuwung di RT.005/08, Alam Jaya (±60 cm - 01.28 WIB) dan
Perum Magnolia, Jatake (±60 cm - 02.25 WIB). Kelimanya Kecamatan Ciledug
di Perum Duren Villa, Sudimara Selatan (±50 cm - 01.34 WIB) dan Perum
Griya Kencana, Sudimara Barat (±50 cm-02.05 WIB)," ucapnya.
Mahdiar menyatakan, untuk yang keenam adalah Kecamatan Cibodas
di Jalan Kalingga 1 RW.16, Uwung Jaya (±60 cm-01.37 WIB). Lalu Jalan
Darmawangsa, Uwung Jaya (±60 cm - 01.38 WIB). Ditambah lagi RW 05 Taman
Cibodas, Uwung Jaya (±60 cm - 04.38 WIB).
"Ketujuh
yaitu, Kecamatan Pinang di RT.001-RT.002/RW05, Panunggangan Utara (±40
cm - 02.07 WIB, Red). Selain jalan umum, sebanyak 50 KK (Kepala
Keluarga, Red) terdampak," kata dia.
Untuk yang
kedelapan, masih menurut Mahdiar, Kecamatan Larangan di Perum Taman
Cipulir Blok A4 No.15, Cipadu Jaya akibat tanggul jebol. Kesembilannya,
Kecamatan Karawaci di RW 2,4, 6 dan 9, Kelurahan Karawaci Baru (±50 cm -
04.20 WIB).
"Terakhir yang ke-10 adalah Kecamatan
Benda pada RW 11 dan 9 kelurahan Belendung (±60 cm - 04.20 WIB). Area
yang terdampak bukan hanya jalan, namun juga pemukiman," ujar Mahdiar.
Menurut
Mahdiar, penyebab banjir dipicu hujan deras mulai pukul 21.00 WIB pada
Sabtu 7 Maret 2026 hingga Minggu 8 Maret 2026 pagi. Hujan terus menerus
turun tanpa henti dan berpotensi kembali terjadi hujan lebat.
"Mengungsi sebanyak 60 KK di RPH dan Mushola Petir, Cipondoh,
dan juga di Masjid Ma'arif Petir, Cipondoh sebanyak 20 KK. Lalu, adapula
yang mengungsi di GOR (Gedung Olah Raga, Red) Persada," kata dia.
Diketahui,
banjir kembali 'kepung' Tangerang menjelang Lebaran/Idulfitri 1447
Hijriyah. Pasalnya, hujan dengan intensitas tinggi terus mengguyur
secara terus-menerus.
"Jalan Gatot Subroto,
Kecamatan Cibodas, tepatnya kolong fly over, Kota Tangerang, banjir
setinggi lutut orang dewasa. Aliran Kali Sabi meluap dan banyak
kendaraan tidak dapat melintas," ujar Goniz, warga setempat, Sabtu 7
Maret 2026.
Alhasil, sambung Goni, kemacetan panjang
karena tidak sedikit kendaraan roda dua maupun roda empat memutar balik
menghindari banjir. "Akibat banyak kendaraan memutar arah membuat
kemacetan panjang," kata dia.
Senada dialami Laras,
warga Komplek Taman Asri, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang. Dia
mengaku rumahnya dan ratusan warga lainnya terendam banjir menjelang
sahur.
"Air mulai naik kepemilikan menjelang makan
sahur. Kamipun berusaha menyelamatkan barang-barang dirumah agar tidak
kebanjiran," ucapnya.
