JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
diminta segera memeriksa Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian
Ketenagakerjaan, Hery Sudarmanto atau Menteri Ketenagakerjaan, Hanif
Dhakiri terkait dengan penyelenggaraan acara “Kemnaker Menyapa” di
Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Selasa
(10/9).
Center for Budjet Analysis, Ucok Kadafy, di Jakarta, Rabu (11/9)
mengatakan, Kemnaker dinilai memboroskan anggaran dalam
menyelenggarakan acara itu. Pasalnya, dalam menyelenggarakan acara itu
sebanyak lebih kurang 200 pejabat dan staf Kemnaker ikut dalam acara
itu. Padahal yang menjadi pembicara dalam acara itu, cuma empat orang
pejabat dari Kemnaker.
Berdasarkan pantauan media, sebagian besar staf dari Kemnaker yang
hadir di Yogyakarta hanya untuk jalan-jalan. Kemnaker sudah sering
mengadakan acara di daerah yang mengikutsertakan staf sampai ratusan
orang. “Ini pemborosan uang negara,” katanya.
Ucok meminta Presiden Joko Widodo agar memanggil dan menegur Menaker
Hanif Dhakiri mengenai acara itu. “Cukup sudah mengadakan acara dengan
sistem “bedol” desa begitu,” tegas Ucok.
Menurut Ucok, acara seperti itu seharusnya hanya diikuti beberapa orang saja. “Toh bukan
mereka yang bekerja di sana, tetap pakai Event Organizer (EO) atau
pihak Kampus UI Sunan Kalijaga. Kelihatan sekali manfaatkan kesempatan
untuk jalan-jalan,” tandasnya.
Ucok menambahkan, Inspektur Jenderal (Irjen) Kemnaker seharusnya mencegah semua kegiatan yang menghabiskan keuangan negara.
Sebelumnya Kabiro Humas Kemnaker, Soes Hindharno dalam siaran
persnya, mengatakan, “Kemnaker Menyapa” digelar untuk meningkatkan
sosialisasi dan pelayanan informasi kegiatan, program kerja, kebijakan
pemerintah di bidang ketenagakerjaan kepada civitas akademika dengan
tujuan untuk mewujudkan kesadaran mahasiswa akan arti pentingnya
pemahaman bidang ketenagakerjaan.
“Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan
pemahaman civitas akademika dan kebijakan pemerintah khususnya di
bidang ketenagakerjaan, ” kata Soes.
