SERANG-Meski menjadi Ibu Kota Provinsi Banten, pada tahun ini di Kota Serang masih ada ratusan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Kepala Dinas Pemukiman dan Perumahan
(Perkim) Kota Serang Iwan Sumardi menargetkan, tahun ini bisa
menyelesaikan 272 RTLH. Sementara pada tahun 2020 ditargetkan 500 rumah
yang akan dibangun.
Iwan menyebutkan kasus RTLH di empat
kecamatan yakni Walantaka, Kasemen, Curug dan Taktakan.”RTLH yang akan
di bangun tahun 2019 itu berkiras 272 unit, dan rencananya tahun 2020
akan mengalokasikan 500 unit untuk dibangun,” katanya saat ditemui usai
rapat di Puspemkot Serang, Kamis (5/09/2019).
Dari empat kecamatan yang menjadi
sasaran realisasi program RTLH, Kecamatan Kasemen paling banyak menerima
bantuam program tersebut. Pasalnya, Kecamatan Kasemen menjadi salah
satu wilayah yang menjadi sorotan Pemkot Serang.
Dalam pelaksanaannya, pihak akan
memverifikasi terlebih dahulu pengajuan program RTLH, nanti, lanjut
Iwan, akan menilai warga mana yang akan mendapatkan program tersebut.
Penilaian itu meliputi salah satunya
adalah bangunanya yang kumuh dan nampak akan roboh.”Yang pasti
Bangunanya tidak layaklah, kalau masalah teknisnya tanyakan saya
kebidanannya saya kurang tahu,” tuturnya.
Sementara, Wakil Walikota Serang Subadri
Usuludin mengatakan, dari jumlah 272 rumah yang akan di rehabilitasi,
pihaknya menyatakan angka tersebut masih jauh dari harapan. Karena, di
Kota Serang masih banyak terdapat RTLH.
Namun, pada tahun 2020 pihaknya akan
menambah alokasi rehabilitasi RTLH di APBD murni. “Emang jauh dari sisi
kebutuhan dan harapan. Oleh karenanya tadi sebelum rapat evaluasi dengan
kadisnya. Kalau untuk di APBD murni akan ditambah anggarannya,”
tandasnya.
