![]() |
| Pusat Penelitian Teknologi (Puspitek) di Jalan Raya Puspitek, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). |
TANGSEL – Presiden RI ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie
telah tutup usia pada Rabu (11/9/2019) pukul 18.05 di RSPAD Gatot
Subroto, Jakarta.
Namun begitu, meski Jasadnya telah tiada, warisan yang diberikan
Presiden tersingkat tersebut sangat terasa dan bermanfaat bagi generasi
selanjutnya.
Salah satunya warisannya itu adalah pembentukan Pusat Penelitian
Teknologi (Puspitek) di Jalan Raya Puspitek, Kecamatan Setu, Kota
Tangerang Selatan (Tangsel).
“Puspitek itu dibentuk pada tahun 1984 atas gagasan oleh presiden
Habibie yang saat itu masih menjabat,” ungkap analis kebon botanik dan
kebersihan lingkungan kawasan Puspitek, Dede Kusmawan kepada Kamis (12/9/2019).
Menurut penuturan Dede, waktu itu presiden Habibie menginginkan
pembentukan Kebun Raya yang dibuat oleh anak bangsa, sebagai tandingan
dari kebun raya Bogor yang dibuat oleh Belanda.
“Jadi Puspitek ini bukan hanya sebagai pusat penelitian teknologi
saja, melainkan sebagai pelestarian pohon-pohon yang hampir punah.
Makannya waktu itu Presiden Habibie membentuk kebon raya di Tangerang
yang sekarang menjadi Puspitek ini,” tuturnya.
Atas kepergian mantan presiden BJ Habibie, Dede Kusmawan yang juga
mewakili seluruh pekerja Puspitek sangat berduka sekaligus kagum atas
jasa dan warisannya khususnya untuk Indonesia ini.
“Saya kira, kami di sini tidak bisa membalas jasa-jasa beliau. Beliau
adalah orang yang cerdas dan peduli terhadap generasi bangsa untuk ke
depannya, dibuktikkan dengan pembentukan Puspitek ini salah satunya, di
samping dia juga yang menemukan mesin pesawat terbang. Jadi Intinya kita
sangat berduka,” pungkasnya.
