Iklan

AS dan Tiongkok Kembali Bahas Perselisihan

Selasa, 08 Januari 2019, Januari 08, 2019 WIB Last Updated 2026-04-20T02:29:18Z

BEIJING – Delegasi dari Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok kembali berunding di Bei­jing, Senin (7/1), setelah kedua negara sepakat untuk melakukan “gencatan snjata” perang dagang. Namun, kedua delegasi tak memberi­kan pernyataan setelah melakukan pertemu­an. Delegasi AS dipimpin Wakil Perwakilan Dagang, Jeffrey Gerrish, sedangkan Tiongkok diwakili pejabat dari Departemen Keuangan, Perdagangan, Pertanian dan Energi.
“Baik Tiongkok dan AS telah sepakat un­tuk menindaklanjuti konsensus yang dica­pai oleh kedua pemimpin untuk melakukan pembicaraan yang positif dan konstruktif, untuk menyelesaikan perselisihan. Gesek­an perdagangan antara Tiongkok dan AS ti­dak menguntungkan bagi siapa pun, bahkan ekonomi global,” kata juru bicara Kementeri­an Luar Negeri Tiongkok, Lu Kang, kepada wartawan, Senin (7/1). Dia menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut.
Dilaporkan, Bursa Efek Tiongkok ditutup lebih tinggi pada Senin (7/1), saat perun­dingan perdagangan berlangsung. Semen­tara itu, bank sentral di Beijing dan Washing­ton mengeluarkan isyarat akan kebijakan moneter yang lebih longgar.
Pekan lalu, Presiden AS, Donald Trump, sempat memberi harapan bahwa kedua pi­hak telah mendekati kesepakatan untuk mengakhiri perselisihan dagang yang telah terjadi selama berbulan-bulan. Kedua eko­nomi terbesar di dunia itu telah saling me­nerapkan bea impor lebih dari 300 miliar dollar AS.
“Saya kira kita akan membuat kesepa­katan dengan Tiongkok. Presiden Xi sangat terlibat, saya juga. Kami berurusan di tingkat paling tinggi, dan kami melakukannya de­ngan lancar,” kata Trump.
Trump bertolak menuju ke tempat peris­tirahatan resmi Presiden AS di Camp David, Minggu (6/1), untuk membahas berbagai masalah dengan para penasihat senior, ter­masuk kelanjutan kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok.
Sebelumnya, Trump mengatakan pereko­nomian Tiongkok yang goyah telah mendo­rong Beijing untuk membuat kesepakatan. Namun, editorial tabloid berhaluan nasiona­lis milik pemerintah Tiongkok, Global Times, menyatakan Tiongkok tidak akan menyerah pada tuntutan AS. AFP/SB/AR-2
Komentar

Tampilkan

  • AS dan Tiongkok Kembali Bahas Perselisihan
  • 0

Terkini

Topik Populer