Iklan

Wagub Banten Dorong Perempuan Produktif Berwirausaha, Manfaatkan Peluang Era Digital

Senin, 06 April 2026, April 06, 2026 WIB Last Updated 2026-04-20T02:30:33Z

 


KOTA SERANG, KONTAK BANTEN – Upaya mendorong kemandirian ekonomi perempuan kembali menjadi sorotan Pemerintah Provinsi Banten. Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menilai momentum perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan secara maksimal oleh kaum perempuan untuk masuk ke sektor wirausaha.

Pernyataan tersebut disampaikannya usai menghadiri pengukuhan kepengurusan Federasi Bisnis Profesional Wanita Indonesia (BPWI) Klub Banten periode 2025–2028 yang berlangsung di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Senin (6/4/2026).

Dalam pandangannya, lanskap ekonomi saat ini telah berubah signifikan. Digitalisasi membuka akses yang jauh lebih luas bagi masyarakat, termasuk perempuan, untuk membangun usaha tanpa keterbatasan ruang dan waktu. Model bisnis berbasis rumah tangga kini dinilai semakin relevan, seiring meningkatnya penggunaan platform digital sebagai sarana produksi hingga pemasaran.

“Transformasi digital memberikan peluang yang sebelumnya tidak dimiliki. Perempuan bisa mengembangkan usaha secara fleksibel, bahkan dari rumah,” kata Dimyati.

Acara tersebut turut dihadiri Presiden BPWI Giwo Rubianto Wiyogo, Wakil Presiden BPWI Heti Andika Perkasa, serta sejumlah pengurus organisasi dari berbagai daerah. Dalam kesempatan itu, Irna Narulita dikukuhkan sebagai Presiden BPWI Klub Banten untuk periode 2025–2028.

Dimyati menekankan, keberadaan BPWI sebagai organisasi perempuan profesional memiliki posisi penting dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan. Jaringan organisasi yang telah menjangkau tingkat global, termasuk keterkaitannya dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa, menjadi potensi besar untuk membuka akses kolaborasi dan peningkatan kapasitas anggota.

Lebih jauh, ia menilai keterlibatan perempuan dalam kegiatan ekonomi produktif bukan sekadar alternatif, melainkan kebutuhan dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Diversifikasi sumber pendapatan dinilai menjadi kunci dalam menghadapi dinamika ekonomi yang tidak menentu.

“Ketika perempuan memiliki penghasilan sendiri, daya tahan ekonomi keluarga akan lebih kuat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti peluang besar pada sektor usaha mikro berbasis rumah tangga. Bidang seperti kuliner, kriya, hingga jasa sederhana dinilai memiliki pasar yang terus tumbuh, terutama jika dipadukan dengan strategi pemasaran digital yang tepat.

Menurutnya, intensitas penggunaan media sosial oleh perempuan justru menjadi keunggulan tersendiri. Kebiasaan tersebut dapat diarahkan menjadi aktivitas produktif, seperti promosi produk, membangun jaringan konsumen, hingga memperluas pasar secara daring.

“Ini bukan hanya soal aktivitas di media sosial, tetapi bagaimana itu dikonversi menjadi nilai ekonomi,” katanya.

Selain aspek peluang, Dimyati juga menyinggung karakteristik perempuan yang dinilai mendukung keberhasilan usaha. Ketelitian, konsistensi, serta kemampuan menjaga kualitas produk menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen.

Pemerintah Provinsi Banten, lanjutnya, berkomitmen memperkuat dukungan terhadap wirausaha perempuan melalui berbagai program terintegrasi. Dukungan tersebut meliputi peningkatan keterampilan, fasilitasi sarana produksi, hingga perluasan akses pembiayaan yang lebih inklusif melalui lembaga keuangan.

Sementara itu, Presiden BPWI Giwo Rubianto Wiyogo menyampaikan keyakinannya terhadap prospek BPWI Klub Banten ke depan. Ia menilai kepengurusan baru memiliki kapasitas untuk memperluas peran organisasi, khususnya dalam mendorong pemberdayaan perempuan berbasis kompetensi.

Menurutnya, kepemimpinan Irna Narulita menjadi faktor penting dalam memperkuat arah organisasi. Pengalaman dalam mengelola pemerintahan dan organisasi dinilai menjadi bekal dalam merancang program yang adaptif terhadap kebutuhan perempuan saat ini.

“Penguatan kapasitas anggota menjadi prioritas, termasuk dalam menghadapi perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan,” ujarnya.

Giwo menambahkan, pengenalan teknologi baru kepada anggota, termasuk pelatihan berbasis digital, menjadi langkah strategis agar perempuan tidak tertinggal dalam arus transformasi global.

Di sisi lain, Irna Narulita menegaskan komitmennya untuk menjadikan BPWI Banten sebagai wadah yang mampu mendorong perempuan lebih aktif dan produktif di berbagai sektor. Ia menilai potensi perempuan di Banten sangat besar, namun masih memerlukan penguatan dari sisi akses, pendampingan, dan jejaring usaha.

“Potensi itu sudah ada. Tugas kita adalah memastikan potensi tersebut berkembang dan memberikan dampak nyata,” katanya.

Irna juga menekankan pentingnya keseimbangan antara peran perempuan dalam keluarga dan aktivitas ekonomi. Menurutnya, keduanya dapat berjalan beriringan jika didukung oleh pemanfaatan teknologi serta manajemen waktu yang baik.

Ke depan, BPWI Banten akan memfokuskan program pada pengembangan usaha perempuan berbasis potensi lokal, sekaligus memperluas jejaring kerja sama lintas sektor. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kontribusi perempuan dalam pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Dengan pendekatan tersebut, pemberdayaan perempuan tidak hanya menjadi wacana, tetapi diharapkan mampu menjadi gerakan nyata yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Banten.

Komentar

Tampilkan

  • Wagub Banten Dorong Perempuan Produktif Berwirausaha, Manfaatkan Peluang Era Digital
  • 0

Terkini

Topik Populer