JAKARTA, KONTAK BANTEN – Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) memberikan edukasi kepada masyarakat guna meluruskan berbagai kesalahpahaman terkait penyakit campak yang masih sering terjadi.
Campak kerap dianggap sebagai penyakit baru atau disamakan dengan rubella, bahkan ada yang mengaitkannya dengan penyakit infeksi modern. Padahal, secara medis, campak merupakan penyakit lama dengan karakteristik yang jelas dan telah lama menjadi perhatian dunia kesehatan.
Dokter spesialis penyakit dalam yang tergabung dalam PAPDI, Adityo Susilo, menegaskan bahwa campak bukanlah penyakit baru seperti Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2.
“Campak ini bukan penyakit baru. Sudah ada sejak lama dan terus dipantau di seluruh dunia,” ujar Adityo dalam forum PAPDI di Jakarta, dikutip Selasa (7/4).
Campak dan Rubella Berbeda
Menurut Adityo, salah satu kekeliruan yang sering terjadi di masyarakat adalah menyamakan campak dengan Rubella. Padahal, keduanya merupakan penyakit yang berbeda baik dari penyebab maupun karakteristik klinisnya.
Campak sendiri dikenal dalam dunia medis sebagai Rubeola yang disebabkan oleh virus dari kelompok Morbillivirus. Sementara rubella disebabkan oleh virus yang berbeda dan memiliki dampak kesehatan yang tidak sama.
Meski sama-sama menimbulkan ruam pada kulit, kedua penyakit ini memiliki perbedaan signifikan yang penting untuk dikenali masyarakat.
Gejala Khas dan Tanda Bahaya
Adityo menjelaskan, campak memiliki tanda klinis khas yang dikenal dengan istilah “3C”, yakni cough (batuk), coryza (pilek), dan conjunctivitis (mata merah). Selain itu, terdapat bercak Koplik di dalam mulut yang menjadi ciri khusus penyakit ini.
“Kalau kita bisa membedakan dengan benar, maka deteksi dan penanganannya juga bisa lebih tepat,” jelasnya.
Dari sisi dampak, rubella umumnya lebih ringan pada penderita umum, namun sangat berbahaya bagi ibu hamil karena bersifat teratogenik atau dapat menyebabkan cacat pada janin.
Sebaliknya, campak tidak bersifat teratogenik, tetapi tetap berisiko menimbulkan komplikasi serius, terutama pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Pentingnya Edukasi dan Vaksinasi
PAPDI mengimbau masyarakat untuk lebih memahami perbedaan antara campak dan rubella agar tidak terjadi kesalahan dalam penanganan. Edukasi yang tepat dinilai penting untuk meningkatkan kewaspadaan serta mendorong langkah pencegahan, termasuk melalui vaksinasi.
Dengan pemahaman yang baik, diharapkan masyarakat dapat lebih cepat mengenali gejala, melakukan pemeriksaan, serta mendapatkan penanganan medis yang sesuai.
