Iklan

Panglima TNI Perintahkan Pasukan Berlindung di Bunker, DPR Nilai Langkah Tepat Hadapi Eskalasi Konflik

Senin, 06 April 2026, April 06, 2026 WIB Last Updated 2026-04-20T02:30:52Z


JAKARTA KONTAK BANTEN — Perintah Panglima TNI Agus Subiyanto kepada prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian di Lebanon untuk berlindung di bunker dinilai sebagai langkah antisipatif yang tepat dalam menghadapi eskalasi konflik.

Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menyebut keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi evakuasi taktis yang mengedepankan keselamatan personel di tengah situasi keamanan yang tidak menentu.

Menurutnya, dalam kondisi konflik yang dinamis dan berisiko tinggi, langkah cepat berbasis mitigasi ancaman menjadi bagian penting dari standar operasi militer.

“Dalam situasi konflik yang dinamis dan berisiko tinggi, keputusan cepat berbasis mitigasi ancaman adalah bagian dari standar operasi yang harus dijalankan,” ujarnya.

Langkah Antisipatif dan Terukur

Amelia menegaskan bahwa kebijakan berlindung di bunker mencerminkan kesiapsiagaan yang tidak bisa ditawar dalam misi perdamaian. Ia menilai langkah tersebut tepat dan terukur, sekaligus menunjukkan bahwa keselamatan prajurit menjadi prioritas utama.

Di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, pasukan perdamaian menghadapi potensi ancaman yang sewaktu-waktu dapat meningkat, sehingga diperlukan respons cepat dan terkoordinasi.

Dorongan Evaluasi dan Penguatan Sistem Perlindungan

Lebih lanjut, DPR mendorong pemerintah dan TNI untuk terus melakukan evaluasi situasi secara berkala. Penguatan sistem perlindungan pasukan serta kesiapan protokol darurat dinilai penting untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan di lapangan.

Amelia juga menekankan perlunya protokol kontingensi yang adaptif terhadap perkembangan situasi konflik, sehingga setiap perubahan kondisi dapat direspons secara efektif.

“Keselamatan prajurit harus selalu menjadi prioritas di atas segala pertimbangan lainnya, tanpa mengurangi komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia,” katanya.

Presiden Kecam Serangan yang Tewaskan Prajurit TNI

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengecam keras serangan yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan tugas sebagai bagian dari pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon.

Dalam pernyataannya, Presiden menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip kemanusiaan dan perdamaian internasional.

“Kami, saudara-saudara sebangsa dan setanah air, mengecam keras setiap tindakan keji yang merusak perdamaian dan menyebabkan gugurnya para prajurit terbaik bangsa,” ujar Presiden.

Komitmen Indonesia dalam Misi Perdamaian

Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu kontributor aktif dalam misi perdamaian dunia di bawah naungan PBB. Meski menghadapi risiko tinggi, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus berperan dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global.

Namun demikian, perlindungan terhadap personel di lapangan tetap menjadi perhatian utama, terutama di wilayah konflik dengan eskalasi yang terus berkembang.


Komentar

Tampilkan

  • Panglima TNI Perintahkan Pasukan Berlindung di Bunker, DPR Nilai Langkah Tepat Hadapi Eskalasi Konflik
  • 0

Terkini

Topik Populer