Iklan

Mathla’ul Anwar Genap 113 Tahun, Jazuli Juwaini Soroti Peran Strategis Pendidikan dan Dakwah

Kamis, 02 April 2026, April 02, 2026 WIB Last Updated 2026-04-20T02:30:49Z

 



SERANG KONTAK BANTEN — Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-113 Mathla’ul Anwar menjadi momentum penting untuk memperkuat jati diri organisasi sekaligus memperluas peran strategisnya dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan.

Anggota DPR RI daerah pemilihan Banten, Jazuli Juwaini, menegaskan bahwa usia lebih dari satu abad yang telah dilalui Mathla’ul Anwar bukan sekadar penanda sejarah panjang, melainkan bukti konsistensi gerakan dalam menjawab kebutuhan umat.

“Mathla’ul Anwar sejak awal berdirinya pada 1916 di Menes, Banten telah menegaskan diri sebagai cahaya bagi umat. Tidak hanya dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam nilai, akhlak, dan keberpihakan kepada masyarakat kecil,” ujar Jazuli dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).

Jejak Panjang Gerakan Pendidikan dan Dakwah

Mathla’ul Anwar didirikan oleh ulama visioner seperti KH Mas Abdurrahman bersama tokoh lainnya, termasuk KH Entol Mohamad Yasin dan KH Tb Mohamad Sholeh. Sejak awal, organisasi ini menempatkan pendidikan sebagai instrumen utama dalam transformasi sosial.

Menurut Jazuli, Mathla’ul Anwar tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keagamaan, tetapi juga sebagai gerakan peradaban yang membangun sistem pendidikan terstruktur, moderat, dan berorientasi pada pencerahan umat.

Dalam perjalanannya, organisasi ini berpegang pada prinsip-prinsip dasar yang menitikberatkan pada nilai keislaman, persatuan umat, toleransi dalam perbedaan, serta keberpihakan pada kemaslahatan masyarakat luas.

Tantangan Zaman dan Penguatan Internal

Memasuki usia ke-113 tahun, Mathla’ul Anwar dinilai perlu melakukan penguatan internal, khususnya dalam tata kelola organisasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Jazuli menekankan bahwa eksistensi organisasi tidak cukup hanya bertahan, tetapi harus diikuti dengan kualitas, pengaruh, serta kontribusi nyata di tengah masyarakat.

“Mathla’ul Anwar harus menjadi entitas yang diperhitungkan, bukan sekadar dihitung. Eksistensi saja tidak cukup, tetapi harus diikuti kualitas, pengaruh, dan kontribusi nyata,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa tantangan terbesar organisasi kerap berasal dari internal, sehingga diperlukan penyatuan potensi dan penguatan semangat kolektif untuk mendorong kemajuan organisasi.

Dorongan Inovasi dan Digitalisasi Dakwah

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang cepat, Mathla’ul Anwar didorong untuk melakukan inovasi, khususnya dalam bidang dakwah dan pendidikan.

Pemanfaatan ruang digital dinilai menjadi langkah strategis untuk menjangkau generasi muda, seperti milenial, Gen Z, hingga Gen Alpha.

“Dakwah harus hadir di ruang digital. Sementara pendidikan tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan masa depan,” ujar Jazuli.

Peran Strategis dalam Kehidupan Berbangsa

Selain itu, Mathla’ul Anwar juga diharapkan terus berperan dalam kehidupan berbangsa melalui pendekatan yang bijak dan kolaboratif dengan pemerintah serta berbagai pihak.

Dengan jaringan lembaga pendidikan yang tersebar dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, organisasi ini dinilai memiliki potensi besar dalam mencetak generasi unggul sekaligus memperkuat fondasi sosial masyarakat.

Momentum Harlah ke-113 ini pun diharapkan menjadi titik refleksi sekaligus langkah awal untuk memperkuat kontribusi Mathla’ul Anwar dalam membangun peradaban yang berkelanjutan, berkeadilan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Komentar

Tampilkan

  • Mathla’ul Anwar Genap 113 Tahun, Jazuli Juwaini Soroti Peran Strategis Pendidikan dan Dakwah
  • 0

Terkini

Topik Populer