SERANG – Kasus dugaan terungkap terjadi secara seksual di lingkungan kampus di Kota Serang, setelah seorang mahasiswa diduga merekam aktivitas di toilet perempuan menggunakan telepon genggam.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Aksi terbongkar setelah seorang dosen memergoki langsung menduga mencatat diam-diam di dalam area toilet perempuan.
Salah satu siswa yang mengetahui kejadian itu menyebutkan, dosen tersebut langsung berteriak saat melihat pelaku. Dalam situasi tersebut, handphone milik pelaku sempat terjatuh dan diamankan.
“Dosen melihat ada yang merekam di toilet perempuan, lalu langsung berteriak.HP pelaku terjatuh dan sempat diambil,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.
Namun, situasi sempat memanas. Pelaku diduga melakukan perlawanan hingga terjadi tindakan kekerasan terhadap dosen yang berusaha mengamankan barang bukti.
“Dosen sempat dipukul karena mengambil HP pelaku,” lanjutnya.
Sumber tersebut juga menyebut, korban dalam kasus ini diperkirakan tidak hanya satu orang. Aksi perekaman diam-diam itu diduga telah menyasar lebih dari satu korban di lokasi yang sama.
Kasus ini langsung menuai kecaman dari berbagai pihak karena dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap privasi dan bentuk kekerasan berbasis gender di ruang pendidikan.
Pihak fakultas melalui pernyataan resminya menyatakan bahwa tindakan membiarkan seksi dalam bentuk apa pun tidak dapat ditoleransi. Mereka menyebut peristiwa ini sebagai pelanggaran berat terhadap nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan norma akademik.
Selain itu, pihak fakultas juga menyatakan keberpihakan penuh kepada korban dan komitmen memberikan perlindungan serta pendampingan dalam proses penanganan.
Sementara itu, pihak kampus membenarkan adanya kejadian tersebut dan menyatakan kasus tersebut telah dikoordinasikan dengan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK).
Namun, hingga saat ini belum ada keterangan lebih rinci terkait identitas pelaku maupun langkah hukum yang akan diambil, karena proses penanganan masih berlangsung.
Kasus ini kembali menjadi sorotan publik terkait keamanan ruang privat di lingkungan kampus. Sejumlah pihak mendesak agar penanganan dilakukan secara transparan dan tegas, serta diikuti langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak berulang.
