Iklan

Banjir Demak Kian Parah, 2.839 Warga Mengungsi, Tanggul Jebol di Sejumlah Titik

Sabtu, 04 April 2026, April 04, 2026 WIB Last Updated 2026-04-20T02:29:11Z




DEMAK KONTAK BANTEN  – Bencana banjir yang melanda Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terus menunjukkan peningkatan dampak. Hingga Sabtu (4/4/2026) pukul 09.00 WIB, jumlah warga yang mengungsi tercatat mencapai 2.839 jiwa.

Banjir dipicu oleh tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir yang menyebabkan debit air Sungai Tuntang meluap. Kondisi tersebut diperparah dengan jebolnya sejumlah tanggul di wilayah terdampak, sehingga air dengan cepat menggenangi permukiman warga.

Pengungsian Tersebar di Berbagai Titik

Berdasarkan hasil pendataan sementara, ribuan warga mengungsi di berbagai lokasi yang dianggap lebih aman. Di antaranya, Masjid Babu Rohim Dukuh Solondoko menampung sekitar 200 jiwa, Masjid Rodhotul Janah Dukuh Solowere sebanyak 500 jiwa, serta Kantor Kecamatan Guntur yang dihuni 119 jiwa.

Selain itu, sekitar 400 warga mengungsi di area Tanggul Gobang. Sejumlah pengungsi lainnya tersebar di balai desa, mushola, madrasah, hingga rumah warga yang tidak terdampak langsung. Pendataan masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

Di tengah kondisi tersebut, beberapa pengungsi dilaporkan mengalami gangguan kesehatan. Tim dari dinas kesehatan setempat telah memberikan penanganan medis guna mencegah kondisi yang lebih serius di lokasi pengungsian.

Delapan Desa Terdampak, Empat Kecamatan Terkepung Banjir

Data kaji cepat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan banjir berdampak pada delapan desa yang tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung.

Kerusakan paling parah terjadi di Kecamatan Guntur. Tanggul jebol dilaporkan terjadi di Desa Trimulyo pada dua titik, masing-masing di Dukuh Solondoko sepanjang kurang lebih 30 meter dan di Dukuh Solowere sepanjang sekitar 10 meter. Selain itu, tanggul juga jebol di Desa Sidoharjo dengan panjang kerusakan sekitar 15 meter.

Akibat jebolnya tanggul tersebut, ketinggian air di Desa Trimulyo dan Desa Ploso mencapai 100 hingga 150 sentimeter. Genangan setinggi itu menyebabkan aktivitas warga lumpuh total, bahkan akses jalan di Desa Trimulyo tidak dapat dilalui kendaraan kecil.

Limpasan Air Meluas ke Wilayah Sekitar

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa limpasan air juga meluas ke beberapa desa lain.

Wilayah yang terdampak limpasan di antaranya Desa Turitempel dan Desa Sumberejo di Kecamatan Guntur, serta Desa Solowire dan Desa Sarimulyo di Kecamatan Kebonagung. Meski demikian, kondisi di wilayah tersebut masih tergolong relatif aman dibandingkan daerah dengan tanggul jebol.

Sementara itu, di Desa Sidoharjo, air dari tanggul yang rusak turut menggenangi area persawahan milik warga, menimbulkan potensi kerugian di sektor pertanian.

BNPB Lakukan Koordinasi Cepat

Penanganan banjir ini menjadi perhatian serius pimpinan BNPB. Kepala BNPB, Suharyanto, tetap memberikan instruksi meskipun tengah berada di Manado dalam rangka penanganan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6.

Pada Jumat (3/4) malam, Suharyanto memerintahkan jajaran BNPB untuk segera berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah guna mengidentifikasi kebutuhan mendesak di lapangan.

Selain itu, personel BNPB juga langsung diterjunkan ke lokasi terdampak untuk melakukan pendampingan serta mempercepat proses penanganan darurat.

Fokus Penanganan Darurat

Hingga saat ini, upaya penanganan difokuskan pada beberapa langkah utama, yakni evakuasi warga ke tempat aman, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi seperti makanan dan air bersih, layanan kesehatan, serta percepatan perbaikan tanggul yang jebol.

Petugas juga terus memantau perkembangan debit air guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.


Komentar

Tampilkan

  • Banjir Demak Kian Parah, 2.839 Warga Mengungsi, Tanggul Jebol di Sejumlah Titik
  • 0

Terkini

Topik Populer