JAWA BARAT, KONTAK BANTEN — Momen menegangkan sekaligus mengharukan terjadi di ruas Tol Cipali saat arus mudik Lebaran 2026. Seorang wanita pemudik dilaporkan tertinggal dari rombongan keluarganya usai menunaikan salat Subuh di Rest Area KM 130.
Peristiwa tersebut terjadi ketika rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) tengah diberlakukan. Kondisi ini membuat kendaraan keluarga korban tidak memungkinkan untuk berputar balik setelah meninggalkan lokasi.
Usai kembali ke area parkir, wanita tersebut mendapati mobil keluarganya sudah tidak berada di tempat. Dalam kondisi panik, ia berupaya menghubungi keluarganya, namun kesulitan lantaran tidak membawa telepon seluler.
“Saya sempat mencoba meminjam handphone orang di sekitar, tapi tidak ada yang memberikan,” ujarnya, dikutip dari unggahan akun Instagram resmi Satlantas Polres Indramayu, Rabu (18/3/2026).
Tak ingin berlarut dalam kebingungan, ia kemudian mendatangi pos polisi terdekat untuk meminta bantuan. Di lokasi tersebut, ia bertemu dengan petugas Satuan Lalu Lintas, Agung, yang langsung sigap memberikan pertolongan.
Petugas meminjamkan telepon genggamnya agar korban dapat menghubungi keluarganya. Setelah beberapa kali percobaan, komunikasi akhirnya terjalin dan pihak keluarga menyadari bahwa salah satu anggota rombongan tertinggal.
Namun, sistem one way yang masih diberlakukan membuat kendaraan keluarga tidak dapat kembali ke rest area. Melihat kondisi tersebut, petugas mengambil inisiatif mengantarkan korban menggunakan sepeda motor patroli untuk menyusul rombongannya di depan.
“Ini pertama kalinya dalam hidup saya naik motor patroli seperti ini. Alhamdulillah, saya bisa kembali bertemu keluarga dengan selamat,” ujarnya penuh haru.
Perjalanan dramatis itu pun berakhir bahagia di bahu jalan tol. Sang suami yang telah menunggu dengan cemas langsung menyambut kedatangan istrinya dan menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian.
“Terima kasih kepada Satlantas Polres Indramayu. Luar biasa, selamat bertugas,” ucapnya.
Kisah ini menjadi potret nyata kesiapsiagaan aparat kepolisian dalam membantu masyarakat di tengah padatnya arus mudik Lebaran, sekaligus pengingat bagi pemudik untuk tetap waspada dan memastikan anggota rombongan tidak terpisah saat perjalanan jauh.
Peristiwa tersebut terjadi ketika rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) tengah diberlakukan. Kondisi ini membuat kendaraan keluarga korban tidak memungkinkan untuk berputar balik setelah meninggalkan lokasi.
Usai kembali ke area parkir, wanita tersebut mendapati mobil keluarganya sudah tidak berada di tempat. Dalam kondisi panik, ia berupaya menghubungi keluarganya, namun kesulitan lantaran tidak membawa telepon seluler.
“Saya sempat mencoba meminjam handphone orang di sekitar, tapi tidak ada yang memberikan,” ujarnya, dikutip dari unggahan akun Instagram resmi Satlantas Polres Indramayu, Rabu (18/3/2026).
Tak ingin berlarut dalam kebingungan, ia kemudian mendatangi pos polisi terdekat untuk meminta bantuan. Di lokasi tersebut, ia bertemu dengan petugas Satuan Lalu Lintas, Agung, yang langsung sigap memberikan pertolongan.
Petugas meminjamkan telepon genggamnya agar korban dapat menghubungi keluarganya. Setelah beberapa kali percobaan, komunikasi akhirnya terjalin dan pihak keluarga menyadari bahwa salah satu anggota rombongan tertinggal.
Namun, sistem one way yang masih diberlakukan membuat kendaraan keluarga tidak dapat kembali ke rest area. Melihat kondisi tersebut, petugas mengambil inisiatif mengantarkan korban menggunakan sepeda motor patroli untuk menyusul rombongannya di depan.
“Ini pertama kalinya dalam hidup saya naik motor patroli seperti ini. Alhamdulillah, saya bisa kembali bertemu keluarga dengan selamat,” ujarnya penuh haru.
Perjalanan dramatis itu pun berakhir bahagia di bahu jalan tol. Sang suami yang telah menunggu dengan cemas langsung menyambut kedatangan istrinya dan menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian.
“Terima kasih kepada Satlantas Polres Indramayu. Luar biasa, selamat bertugas,” ucapnya.
Kisah ini menjadi potret nyata kesiapsiagaan aparat kepolisian dalam membantu masyarakat di tengah padatnya arus mudik Lebaran, sekaligus pengingat bagi pemudik untuk tetap waspada dan memastikan anggota rombongan tidak terpisah saat perjalanan jauh.
