JAKARTA, KONTAK BANTEN – Menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah, masyarakat mempertanyakan apakah harga bahan bakar minyak (BBM) mengalami kenaikan.
Berdasarkan penyesuaian terbaru per 1 Maret 2026, PT Pertamina melakukan perubahan harga pada BBM jenis nonsubsidi, sementara BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan.
Harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar masih bertahan masing-masing di angka Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.
Namun, untuk BBM nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, hingga Pertamina Dex mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan harga per 1 Februari 2026.
Sebagai contoh di wilayah Jawa Timur, harga Pertamax naik Rp500 menjadi Rp12.300 per liter dari sebelumnya Rp11.800. Sementara Dexlite mengalami kenaikan Rp950 menjadi Rp14.200 per liter.
Harga BBM Berbeda di Setiap Daerah
Penyesuaian harga BBM Pertamina tidak seragam di seluruh Indonesia. Setiap wilayah memiliki harga berbeda tergantung pada distribusi dan kebijakan daerah.
Di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, hingga Bali, harga BBM per Maret 2026 tercatat sebagai berikut:
-
Pertamax: Rp12.300
-
Pertamax Turbo: Rp13.100
-
Pertamax Green 95: Rp12.900
-
Dexlite: Rp14.200
-
Pertamina Dex: Rp14.500
-
Pertalite: Rp10.000
-
Biosolar: Rp6.800
Sementara itu, di beberapa wilayah seperti Sumatera Barat, Riau, dan Kalimantan, harga Pertamax bisa mencapai Rp12.900 per liter, bahkan lebih tinggi untuk jenis BBM lainnya.
Jelang Mudik, Masyarakat Diminta Cek Harga
Dengan adanya perbedaan harga di tiap daerah, masyarakat diimbau untuk selalu mengecek harga BBM terbaru sesuai wilayah masing-masing sebelum melakukan perjalanan mudik.
Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini terjadi di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran, meski pemerintah tetap menjaga stabilitas harga BBM subsidi agar tetap terjangkau bagi masyarakat luas.
Kondisi ini membuat BBM subsidi masih menjadi pilihan utama bagi sebagian besar pemudik dalam menghadapi perjalanan jarak jauh saat musim mudik Lebaran 2026.
