![]() |
| ibuan pemudik sepeda motor mengantre menunggu kapal di Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, Rabu (18/3/2026) dini hari. Puncak arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa di jalur penyeberangan menuju Sumatera |
Pelabuhan Ciwandan kembali difungsikan sebagai pelabuhan alternatif untuk mengurai kepadatan di Pelabuhan Merak, khususnya bagi pemudik sepeda motor dan angkutan logistik yang hendak menyeberang ke Pulau Sumatera.
Berdasarkan pantauan di lapangan, volume kendaraan roda dua mengalami lonjakan signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Para pemudik terlihat datang secara berkelompok, mayoritas memilih perjalanan malam hingga dini hari guna menghindari panas saat melintasi jalur dari kawasan Jabodetabek.
Antrean kendaraan pun tampak mengular, meski tetap bergerak perlahan menuju area pemeriksaan tiket dan kantong parkir pelabuhan. Petugas di lapangan terlihat sigap mengatur arus masuk kendaraan agar proses antrean muat berjalan tertib.
Fasilitas Penunjang Disiapkan
Untuk menjaga kenyamanan pemudik, otoritas pelabuhan menyediakan berbagai fasilitas pendukung. Tenda-tenda besar lengkap dengan kipas angin (blower) didirikan di area tunggu agar pemudik dapat beristirahat.
Selain itu, tersedia pula posko kesehatan, toilet portabel tambahan, hingga pembagian makanan ringan bagi para pemudik yang menunggu giliran naik kapal.
Salah seorang pemudik, Rahmat (34), pekerja asal Cikarang, mengaku sengaja berangkat malam hari usai bekerja untuk mendapatkan perjalanan yang lebih nyaman.
“Berangkat habis kerja malam, jadi di jalan lebih sejuk. Sampai Ciwandan juga pas dini hari,” ujarnya.
Meski harus mengantre lebih dari satu jam untuk naik ke kapal, Rahmat menilai pengelolaan arus mudik tahun ini cukup baik, terutama dengan adanya jalur khusus bagi sepeda motor.
Diperkirakan, kepadatan di Pelabuhan Ciwandan akan terus meningkat hingga H-2 Lebaran, seiring dimulainya masa cuti bersama bagi pekerja swasta di berbagai daerah.


