Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian publik setelah sebuah temuan di salah satu sekolah menengah atas di Pamekasan, Jawa Timur memicu perbincangan luas di masyarakat.
Pihak sekolah diketahui memutuskan untuk tidak mendistribusikan paket makanan kepada siswa setelah menemukan salah satu menu diduga masih dalam kondisi mentah saat proses pemeriksaan awal dilakukan.
Keputusan tersebut diambil setelah tim sekolah melakukan pengecekan terhadap paket makanan sebelum dibagikan kepada para pelajar.
Dalam proses pemeriksaan tersebut, pihak sekolah menemukan adanya ikan lele yang masih dalam kondisi mentah di dalam salah satu wadah makanan yang dikirimkan.
Ikan tersebut dikemas bersama dua potong tempe dan dua potong tahu yang disebut sebagai bagian dari menu makanan untuk beberapa hari ke depan bagi siswa penerima program.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran dari pihak sekolah karena makanan yang belum dimasak dinilai berpotensi menimbulkan risiko apabila tetap dibagikan kepada siswa.
Selain kondisi ikan yang belum dimasak, pihak sekolah juga menyoroti cara penyimpanan makanan yang berada dalam satu wadah tertutup bersama bahan makanan lain.
Lele mentah yang disimpan bersama tempe dan tahu dikhawatirkan dapat mempercepat proses pembusukan sehingga berpotensi membuat makanan tidak lagi layak konsumsi.
Untuk menghindari potensi risiko kesehatan bagi para siswa, sekolah akhirnya memilih langkah tegas dengan mengembalikan seluruh paket makanan kepada pihak penyedia program.
Peristiwa ini kemudian menjadi sorotan publik karena program makan bergizi bagi pelajar diharapkan dapat memastikan makanan yang diberikan telah siap konsumsi dan memenuhi standar keamanan pangan.