Kabupaten Serang, Kontak Banten – Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Serang, Kamis (26/3/2026).
Dalam penyampaiannya, ia mengakui masih ada sejumlah indikator pembangunan yang belum mencapai target. Dari total sembilan indikator makro yang ditetapkan, tiga di antaranya masih berada di bawah capaian yang diharapkan.
“Dari sembilan indikator yang kita evaluasi, ada tiga yang belum sesuai target,” kata Zakiyah di hadapan anggota dewan.
Tiga indikator tersebut meliputi laju pertumbuhan ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita, serta indeks kualitas lingkungan hidup daerah.
Untuk pertumbuhan ekonomi, Pemkab Serang sebelumnya menargetkan kisaran 5,6 hingga 6,6 persen. Namun, realisasinya berada di angka 5,17 persen. Sementara PDRB per kapita ditargetkan sebesar Rp63,58 juta, tetapi capaian akhirnya berada di angka Rp63,28 juta.
Sedangkan untuk indeks kualitas lingkungan hidup, target yang ditetapkan sebesar 67,77 persen, namun realisasinya baru mencapai 64,68 persen.
Zakiyah menyoroti khusus sektor lingkungan hidup yang dinilai masih perlu perhatian lebih. Ia menyebut persoalan pengelolaan sampah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi capaian tersebut.
Menurutnya, pemerintah daerah akan memperkuat penanganan sampah melalui kerja sama dengan pemerintah pusat, salah satunya melalui rencana penandatanganan kerja sama proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).
“Untuk lingkungan hidup memang jadi perhatian. Dalam waktu dekat kita akan melakukan penguatan lewat kerja sama dengan pemerintah pusat, termasuk terkait pengolahan sampah,” ujarnya.
Meski belum semua target tercapai, Pemkab Serang memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program-program yang telah berjalan. Langkah ini dilakukan agar kinerja pembangunan ke depan bisa lebih maksimal.
Zakiyah menegaskan, hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan pada tahun berikutnya.
“Ke depan tentu akan kita evaluasi agar pelaksanaan program bisa lebih optimal dan target yang sudah ditetapkan bisa tercapai,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan yang lebih merata di Kabupaten Serang.
Dengan evaluasi yang dilakukan, diharapkan capaian indikator makro pada tahun 2026 dapat mengalami peningkatan, terutama pada sektor-sektor yang sebelumnya masih tertinggal.
