Iklan

Usai Ramadhan, Silaturahmi Jadi Tradisi yang Sarat Makna dan Keutamaan

Sabtu, 28 Maret 2026, Maret 28, 2026 WIB Last Updated 2026-04-20T02:28:54Z
 



KONTAK BANTEN  Setelah menunaikan ibadah puasa selama bulan Ramadhan, umat Muslim di Indonesia umumnya mempererat tali silaturahmi sebagai bagian dari tradisi yang telah mengakar kuat. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang saling memaafkan, tetapi juga memiliki nilai keutamaan besar, baik di dunia maupun di akhirat.
Silaturahmi merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam ajaran Islam. Selain memperkuat hubungan antar sesama, silaturahmi juga diyakini membawa berbagai keberkahan dalam kehidupan.
Dalam sebuah hadits riwayat Tirmidzi, Nabi Muhammad SAW bersabda:
الصَّدَقَةُ عَلَى الْمِسْكِيْنِ صَدَقَةٌ وَعَلَى ذِي الرَّحِمِ اثْنَتَانِ: صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ
Artinya: “Sedekah terhadap orang miskin adalah sedekah, sedangkan terhadap keluarga sendiri mendapatkan dua pahala: sedekah dan silaturahmi.”
Hadits tersebut menegaskan bahwa menjalin hubungan dengan kerabat tidak hanya bernilai sosial, tetapi juga bernilai ibadah yang berlipat ganda.
Di kehidupan dunia, silaturahmi memiliki sejumlah manfaat. Pertama, meningkatkan rasa kasih sayang terhadap keluarga dan kerabat. Kedua, memperkuat hubungan kekeluargaan yang harmonis. Ketiga, diyakini dapat memperluas rezeki dan memperpanjang umur.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Tirmidzi lainnya:
تَعَلَّمُوا مِنْ أَنْسَابِكُمْ مَا تَصِلُونَ بِهِ أَرْحَامَكُمْ فَإِنَّ صِلَةَ الرَّحِمِ مَحَبَّةٌ فِي الْأَهْلِ مَثْرَاةٌ فِي الْمَالِ مَنْسَأَةٌ فِي الْأَثَرِ
Artinya: “Belajarlah dari nasab kalian yang dapat membantu untuk silaturahmi, karena silaturahmi itu dapat membawa kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta, serta dapat memperpanjang umur.”
Tak hanya berdampak di dunia, silaturahmi juga memiliki keutamaan besar di akhirat. Salah satunya adalah menjadi salah satu amalan yang dapat membuka jalan menuju surga.
Dalam hadits riwayat Bukhari disebutkan:
أنَّ رَجُلًا قالَ للنبيِّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ: أخْبِرْنِي بعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الجَنَّةَ...
Artinya: “Seorang laki-laki berkata, ‘Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkanku ke surga.’ Rasulullah SAW bersabda, ‘Beribadahlah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya, dirikan salat, tunaikan zakat, serta jalinlah silaturahmi.’”
Selain itu, silaturahmi juga merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan upaya untuk meraih ridha-Nya. Dalam ajaran Islam, menjaga hubungan kekeluargaan menjadi salah satu perintah yang harus dijalankan oleh setiap Muslim.

Dengan demikian, tradisi silaturahmi pasca-Ramadhan bukan sekadar kebiasaan sosial, melainkan juga amalan yang memiliki nilai ibadah tinggi. Momentum ini diharapkan dapat terus dijaga sebagai bagian dari upaya mempererat persaudaraan dan meningkatkan kualitas keimanan.
Komentar

Tampilkan

  • Usai Ramadhan, Silaturahmi Jadi Tradisi yang Sarat Makna dan Keutamaan
  • 0

Terkini

Topik Populer