Iklan

Mudik Lebaran 2026, Harga Tiket Bus di Tangsel Naik Rp30 Ribu

Rabu, 11 Maret 2026, Maret 11, 2026 WIB Last Updated 2026-04-20T02:30:11Z

  

Tangerang Selatan  KONTAK BANTEN – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, harga tiket bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai mengalami kenaikan. Peningkatan tarif ini terjadi seiring meningkatnya permintaan masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman lebih awal.

Kenaikan harga tiket bus rata-rata mencapai sekitar 20 persen dibandingkan tarif normal. Selain harga yang mulai merangkak naik, aktivitas penumpang di sejumlah titik keberangkatan di Tangsel juga mulai menunjukkan peningkatan dalam beberapa hari terakhir.

Salah satu agen Perusahaan Otobus (PO) di Terminal bayangan Ciputat, Dadang, mengatakan kenaikan harga tiket mulai terjadi sejak awal pekan ini. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan hal yang lazim terjadi menjelang momentum mudik Lebaran.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan tarif saat ini masih bersifat bertahap dan belum mencapai puncak seperti yang biasanya terjadi mendekati hari raya.

“Harga tiket sudah mulai naik sekitar Rp30.000. Misalnya tujuan Wonosobo yang sebelumnya Rp150.000 sekarang menjadi Rp180.000,” ujar Dadang saat ditemui di Terminal bayangan Ciputat, Selasa (10/3).

Dadang memperkirakan harga tiket masih berpotensi mengalami kenaikan dalam beberapa hari ke depan. Biasanya, lonjakan tarif akan terjadi ketika mendekati puncak arus mudik.

Ia memprediksi kenaikan berikutnya akan mulai terjadi pada 17 hingga 19 Maret 2026, seiring meningkatnya permintaan tiket dari calon pemudik.

Selain kenaikan harga tiket, aktivitas penumpang di Terminal bayangan Ciputat juga mulai terlihat lebih ramai dibandingkan hari biasa. Sejumlah calon pemudik tampak mulai memesan tiket atau langsung berangkat menuju berbagai daerah di Pulau Jawa.

Beberapa tujuan yang paling banyak diminati pemudik dari wilayah Tangsel di antaranya Semarang, Wonosobo, Kebumen, Gunung Kidul, Yogyakarta, dan Surakarta.

Salah seorang pemudik asal Serpong, Sri, mengaku sengaja memilih berangkat lebih awal untuk menghindari kepadatan penumpang yang biasanya terjadi menjelang hari raya.

“Kalau mudik sekarang tidak rebutan dan tidak desak-desakan dengan penumpang lain,” ujarnya.

Sri juga menjelaskan bahwa keputusan mudik lebih awal bisa dilakukan karena anak-anaknya sudah memasuki masa libur sekolah sehingga keluarga memiliki waktu lebih fleksibel untuk menentukan jadwal perjalanan.

Hal serupa disampaikan Sogiri, pemudik asal Pamulang, yang memilih berangkat lebih awal bersama istri dan tiga anaknya menuju kampung halaman di Kebumen, Jawa Tengah.

Menurutnya, selain menghindari kepadatan penumpang, mudik lebih awal juga membuat harga tiket yang dibayar masih relatif terjangkau.

“Kalau sekarang kenaikan harga tiketnya belum terlalu tinggi dan kondisi di dalam bus juga masih cukup longgar,” ujarnya.

Ramp Check Bus di Terminal Pondok Cabe

Sementara itu, menjelang arus mudik Lebaran, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan juga melakukan ramp check terhadap bus yang beroperasi di Terminal Pondok Cabe, Pamulang.

Sekretaris Dishub Tangsel Yanuar mengatakan pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kendaraan yang digunakan masyarakat selama mudik berada dalam kondisi aman dan layak jalan.

“Ramp check ini penting untuk memastikan kendaraan yang digunakan masyarakat benar-benar laik jalan, baik dari sisi kondisi kendaraan maupun kelengkapan administrasinya,” ujar Yanuar, Rabu (11/3).

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas mengecek berbagai komponen kendaraan seperti kondisi ban, lampu, mesin, hingga sistem gas.

Bus yang dinyatakan memenuhi standar keselamatan akan diberikan stiker kelulusan ramp check sebagai tanda telah lolos pemeriksaan.

Namun, tidak semua kendaraan yang diperiksa dinyatakan memenuhi syarat. Dari 135 unit bus yang telah diperiksa oleh Dishub Tangsel, baru 34 unit yang dinyatakan lolos uji kelayakan.

“Sebanyak 135 kendaraan sudah kita cek, namun baru 34 unit yang diberikan stiker karena memenuhi persyaratan,” jelasnya.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas juga menemukan beberapa temuan teknis, seperti lampu kendaraan yang tidak berfungsi serta jumlah kursi yang melebihi kapasitas.

Salah satu bus bahkan ditemukan memiliki 56 kursi, padahal kapasitas yang seharusnya hanya 46 kursi.

Dishub Tangsel meminta operator bus segera melakukan perbaikan sebelum armada kembali diizinkan beroperasi.

“Kendaraan yang lampunya mati harus segera diperbaiki, sedangkan yang kursinya berlebih harus dikurangi sesuai kapasitas,” tegas Yanuar.

Dishub Tangsel masih memberikan waktu kepada operator untuk melengkapi kekurangan tersebut, mengingat arus mudik dari wilayah Tangerang Selatan diperkirakan mulai meningkat pada 14 Maret 2026.


Komentar

Tampilkan

  • Mudik Lebaran 2026, Harga Tiket Bus di Tangsel Naik Rp30 Ribu
  • 0

Terkini

Topik Populer