TANGERANG, KONTAK BANTEN – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) meningkatkan pengawasan terhadap produk parsel Lebaran yang dijual di pasar maupun pusat perbelanjaan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh produk yang beredar di masyarakat masih layak konsumsi dan tidak melewati masa kedaluwarsa.
Dalam kegiatan terbaru, tim Disperindagkop UKM Kota Tangerang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Hypermart Metropolis dan Indogrosir Cikokol, Rabu (11/3/2026).
Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop UKM Kota Tangerang Ali Furqon mengatakan, pengawasan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap bulan Ramadan.
“Pengawasan difokuskan pada pengecekan kode produksi, tanggal kedaluwarsa, serta kondisi kemasan barang. Alhamdulillah, dari hasil pemeriksaan sementara, produk yang kami cek masih dalam kondisi baik,” ujar Ali.
Ia menambahkan, pengawasan akan terus dilakukan hingga mendekati Lebaran dan menjangkau berbagai pusat perbelanjaan serta ritel di 13 kecamatan di Kota Tangerang.
Jika dalam pemeriksaan ditemukan produk yang tidak memenuhi standar, pihaknya akan memberikan teguran sekaligus pembinaan kepada pengelola ritel.
“Barang yang tidak layak jual akan ditarik dari peredaran atau dipisahkan dari stok penjualan, terutama yang sudah kedaluwarsa atau memiliki kemasan rusak seperti kaleng penyok,” tegasnya.
Sementara itu, Divisi Manager Hypermart Metropolis, Ishak, menyambut baik kegiatan pengawasan yang dilakukan pemerintah daerah.
Menurutnya, pemeriksaan tersebut membantu pihak ritel dalam memastikan kualitas produk yang dijual kepada masyarakat.
“Kegiatan ini sangat membantu kami dalam memastikan kualitas dan harga produk. Edukasi yang diberikan juga penting agar tidak ada produk cacat atau mendekati kedaluwarsa yang beredar,” ujarnya.
Selain pengawasan di ritel modern, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang juga melakukan pengujian keamanan pangan di Pasar Anyar Tangerang.
Pengawasan tersebut melibatkan berbagai instansi, di antaranya Badan Pangan Nasional (Bapanas), BPOM, Dinas Kesehatan, Polres Metro Tangerang Kota, serta Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten.
Kepala DKP Kota Tangerang Muhdorun mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya peredaran pangan menjelang Lebaran.
Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan mengambil lebih dari 200 sampel pangan dari para pedagang untuk dilakukan pengujian keamanan.
Sampel yang diperiksa meliputi pangan segar seperti sayuran, daging sapi, daging ayam, ikan segar, serta berbagai bahan pangan lainnya. Selain itu, tim juga menguji pangan olahan seperti mie basah, nugget, tempe, tahu, ikan asin, dan produk olahan lainnya yang dijual di pasar.
“Hasil pengujian menunjukkan hampir 100 persen sampel dinyatakan aman. Namun jika ditemukan zat berbahaya, Satpol PP bersama Polres Metro Tangerang Kota akan melakukan pembinaan hingga penindakan,” jelas Muhdorun.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih teliti saat membeli produk pangan, terutama menjelang Lebaran.
Sebagai upaya meningkatkan keamanan pangan, Pemkot Tangerang juga telah menyediakan 21 Pojok Uji Keamanan Pangan di berbagai pasar di Kota Tangerang.
Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pedagang untuk memastikan produk pangan yang dibeli atau dijual aman dan layak dikonsumsi.
