Iklan

Harga BBM Maret 2026 Naik, Pertamax Tembus Rp12.300 per Liter

Rabu, 25 Maret 2026, Maret 25, 2026 WIB Last Updated 2026-04-20T02:30:21Z





JAKARTA, KONTAK BANTEN – Seluruh badan usaha penyedia bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia resmi melakukan penyesuaian harga sejak 1 Maret 2026. Kenaikan ini terjadi hampir merata di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), baik milik pemerintah maupun swasta, dan mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

Sejumlah perusahaan besar seperti PT Pertamina (Persero), Shell Indonesia, BP-AKR, hingga PT Vivo Energy Indonesia tercatat melakukan penyesuaian harga untuk produk BBM non-subsidi mereka. Kenaikan ini menjadi sorotan publik karena terjadi di tengah meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat pasca libur panjang dan aktivitas ekonomi yang kembali berjalan normal.

Di SPBU Pertamina, misalnya, harga Pertamax (RON 92) kini berada di angka Rp12.300 per liter. Angka tersebut mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp11.800 per liter pada Februari 2026. Sementara itu, Pertamax Green (RON 95) juga naik menjadi Rp12.900 per liter dari sebelumnya Rp12.450 per liter.

Tak hanya itu, Pertamax Turbo kini dijual Rp13.100 per liter, meningkat dari Rp12.700 per liter. Kenaikan juga terjadi pada BBM jenis diesel, di mana Dexlite saat ini dibanderol Rp14.200 per liter dari sebelumnya Rp13.250. Adapun Pertamina Dex mengalami kenaikan menjadi Rp14.500 per liter dari Rp13.500 per liter.

Dalam keterangan resminya, Pertamina menyampaikan bahwa penyesuaian harga ini dilakukan sebagai bagian dari implementasi kebijakan pemerintah melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait formula harga dasar BBM. Kebijakan tersebut mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.

Meski harga BBM non-subsidi mengalami kenaikan, pemerintah tetap mempertahankan harga BBM bersubsidi. Pertalite (RON 90) masih dijual Rp10.000 per liter, sementara Solar subsidi tetap berada di angka Rp6.800 per liter. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah.

Namun demikian, kenaikan harga BBM non-subsidi tetap membawa dampak signifikan. Masyarakat pengguna kendaraan pribadi, terutama di perkotaan, mulai merasakan tekanan tambahan dalam pengeluaran harian. Tidak sedikit pula pelaku usaha yang khawatir kenaikan ini akan berdampak pada biaya distribusi dan harga barang.

Kondisi serupa juga terjadi di SPBU swasta. Shell Indonesia, BP-AKR, dan Vivo turut menaikkan harga produk BBM mereka. Harga Shell Super kini berada di kisaran Rp12.390 per liter, sementara BP 92 dan Revvo 92 dari Vivo juga berada pada rentang harga yang hampir sama. Untuk jenis diesel, harga di SPBU swasta bahkan mencapai di atas Rp14.600 per liter.

Jika dilihat secara umum, tren kenaikan harga BBM ini menunjukkan bahwa mekanisme pasar global masih sangat berpengaruh terhadap harga energi di dalam negeri. Ketergantungan terhadap harga minyak dunia membuat penyesuaian harga menjadi sesuatu yang sulit dihindari.

Dari sisi kebijakan, pemerintah memang dihadapkan pada dilema. Di satu sisi, penyesuaian harga diperlukan agar tidak membebani anggaran negara. Namun di sisi lain, kenaikan harga BBM berpotensi menekan daya beli masyarakat dan memicu efek domino terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok.

Dalam pandangan pengamat, langkah menjaga harga BBM subsidi tetap stabil merupakan strategi yang cukup tepat dalam jangka pendek. Namun, pemerintah juga dinilai perlu memperkuat kebijakan transportasi publik dan mendorong efisiensi energi agar ketergantungan masyarakat terhadap BBM dapat berkurang secara bertahap.

Di tengah situasi ini, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam penggunaan bahan bakar, termasuk dengan mengoptimalkan perjalanan dan mempertimbangkan alternatif transportasi. Sementara itu, pelaku usaha diharapkan dapat melakukan penyesuaian strategi agar tetap bertahan di tengah tekanan biaya operasional.

Berikut daftar harga BBM terbaru per 26 Maret 2026:

Pertamina (DKI Jakarta):
Pertalite: Rp10.000 per liter
Solar Subsidi: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp12.300 per liter
Pertamax Turbo: Rp13.100 per liter
Pertamax Green 95: Rp12.900 per liter
Dexlite: Rp14.200 per liter
Pertamina Dex: Rp14.500 per liter

Shell:
Shell Super: Rp12.390 per liter
Shell V-Power Diesel: Rp14.620 per liter

Vivo:
Revvo 92: Rp12.390 per liter
Revvo 95: Rp12.930 per liter
Diesel Primus: Rp14.610 per liter

BP-AKR (Jabodetabek):
BP Ultimate: Rp12.930 per liter
BP 92: Rp12.390 per liter
BP Ultimate Diesel: Rp14.620 per liter



Komentar

Tampilkan

  • Harga BBM Maret 2026 Naik, Pertamax Tembus Rp12.300 per Liter
  • 0

Terkini

Topik Populer