Iklan

Catatan Redaksi Kajian Ramadhan "Manifestasi Spirit Anti-Korupsi"

Selasa, 03 Maret 2026, Maret 03, 2026 WIB Last Updated 2026-04-20T02:30:59Z

 

Puasa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah madrasah mental untuk menumbuhkan sifat wara’ (berhati-hati terhadap yang syubhat dan haram) serta memperkuat rasa malu

JAKARTA KONTAK BANTEN Puasa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah madrasah mental untuk menumbuhkan sifat
wara’ (berhati-hati terhadap yang syubhat dan haram) serta memperkuat rasa malu (haya’). Korupsi, dalam pandangan Islam, merupakan bentuk pengkhianatan amanah yang sangat dicela dan dikategorikan sebagai ghulul (pengkhianatan).

Berikut adalah poin-pun penting mengenai relevansi rasa malu dan puasa dalam mencegah korupsi:

1. Puasa Sebagai Perisai Integritas

Puasa melatih seseorang untuk jujur kepada dirinya sendiri dan Allah SWT. Jika seseorang mampu menahan diri dari hal yang halal (makan dan minum) demi ketaatan, maka secara logika ia seharusnya lebih mampu menahan diri dari mengambil sesuatu yang haram, seperti uang negara atau hak orang lain
 
 2. Pentingnya Rasa Malu (Al-Haya’)
 
Rasa malu adalah cabang dari iman. Dalam konteks antikorupsi:
  • Malu kepada Allah: Menyadari bahwa Allah Maha Melihat (Muraqabah) segala transaksi ilegal, meskipun tersembunyi dari pengawasan manusia.
  • Malu kepada Sesama: Menumbuhkan beban moral ketika mengambil hak rakyat yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan umum.
  • Malu kepada Diri Sendiri: Merasa rendah karena memberi makan keluarga dengan harta yang haram3. Ancaman Terhadap Ibadah Puasa
    Tindakan korupsi saat sedang menjalankan ibadah puasa berisiko fatal terhadap kualitas ibadah tersebut:
  • Kehilangan Pahala: Meskipun secara syariat puasanya sah (tidak batal), perilaku maksiat seperti berbohong atau korupsi dapat menghapus seluruh pahala puasa, sehingga yang tersisa hanyalah lapar dan dahaga.
  • Doa Terhalang: Harta haram hasil korupsi menjadi penghalang utama terkabulnya doa-doa           
  •    4. Manifestasi Spirit Anti-Korupsi
    Ramadhan seharusnya menjadi momentum untuk melakukan "puasa korupsi" dalam arti luas
    • Berhenti dari praktik pungli atau manipulasi jabatan.
    • Menghindari gratifikasi yang seringkali disamarkan sebagai bingkiah atau THR.
    • Menumbuhkan budaya jujur dalam setiap laporan keuangan dan tanggung jawab pekerjaan
                                                                                                                                        
Komentar

Tampilkan

  • Catatan Redaksi Kajian Ramadhan "Manifestasi Spirit Anti-Korupsi"
  • 0

Terkini

Topik Populer