JAKARTA KONTAK BANTEN – Kepadatan arus lalu lintas masih terjadi di ruas Tol Jakarta-Cikampek arah Jawa pada Minggu (22/3/2026), seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026. Berdasarkan pantauan di lapangan, kemacetan terpantau terjadi mulai KM 56 menuju arah Jawa.
Guna mengurai kepadatan, petugas memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow di lajur kanan. Penerapan sistem tersebut terpantau cukup efektif dalam mengurangi penumpukan kendaraan, khususnya di jalur contraflow yang relatif lebih lancar dibandingkan lajur normal.
Kepadatan juga terjadi di sekitar KM 61 ruas Tol Jakarta-Cikampek dari arah Jakarta. Meski contraflow telah diberlakukan menuju arah Jawa, arus kendaraan di lokasi tersebut terpantau mulai berangsur lancar. Namun, dampak dari rekayasa lalu lintas ini membuat arus kendaraan dari arah sebaliknya, yakni menuju Jakarta, mengalami kepadatan dan tersendat.
Selain volume kendaraan yang meningkat, kondisi cuaca hujan deras turut memengaruhi kelancaran arus lalu lintas di ruas tol tersebut.
Sebelumnya, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) secara resmi memberlakukan contraflow di KM 55 hingga KM 65 ruas Tol Jakarta-Cikampek menyusul lonjakan volume kendaraan pada periode libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Rekayasa lalu lintas ini mulai diterapkan pada Minggu (22/3/2026) pukul 09.13 WIB.
VP Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, mengatakan penerapan contraflow merupakan langkah responsif berdasarkan kondisi lalu lintas aktual di lapangan, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kelancaran pengguna jalan.
“Seiring meningkatnya mobilitas kendaraan pada periode libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H, rekayasa lalu lintas contraflow diberlakukan di KM 55 hingga KM 65 Ruas Tol Jakarta-Cikampek sejak Minggu, 22 Maret 2026 pukul 09.13 WIB,” ujar Ria dalam keterangannya.
Pihak Jasa Marga mengimbau para pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga keselamatan selama perjalanan mudik.
Guna mengurai kepadatan, petugas memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow di lajur kanan. Penerapan sistem tersebut terpantau cukup efektif dalam mengurangi penumpukan kendaraan, khususnya di jalur contraflow yang relatif lebih lancar dibandingkan lajur normal.
Kepadatan juga terjadi di sekitar KM 61 ruas Tol Jakarta-Cikampek dari arah Jakarta. Meski contraflow telah diberlakukan menuju arah Jawa, arus kendaraan di lokasi tersebut terpantau mulai berangsur lancar. Namun, dampak dari rekayasa lalu lintas ini membuat arus kendaraan dari arah sebaliknya, yakni menuju Jakarta, mengalami kepadatan dan tersendat.
Selain volume kendaraan yang meningkat, kondisi cuaca hujan deras turut memengaruhi kelancaran arus lalu lintas di ruas tol tersebut.
Sebelumnya, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) secara resmi memberlakukan contraflow di KM 55 hingga KM 65 ruas Tol Jakarta-Cikampek menyusul lonjakan volume kendaraan pada periode libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Rekayasa lalu lintas ini mulai diterapkan pada Minggu (22/3/2026) pukul 09.13 WIB.
VP Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, mengatakan penerapan contraflow merupakan langkah responsif berdasarkan kondisi lalu lintas aktual di lapangan, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kelancaran pengguna jalan.
“Seiring meningkatnya mobilitas kendaraan pada periode libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H, rekayasa lalu lintas contraflow diberlakukan di KM 55 hingga KM 65 Ruas Tol Jakarta-Cikampek sejak Minggu, 22 Maret 2026 pukul 09.13 WIB,” ujar Ria dalam keterangannya.
Pihak Jasa Marga mengimbau para pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga keselamatan selama perjalanan mudik.
