Kegiatan tersebut diikuti seluruh siswa dan dilaksanakan dengan metode yang menyenangkan serta edukatif. Pihak sekolah berharap pesantren kilat yang digelar setiap Ramadan dapat terus memberikan dampak positif bagi seluruh siswa. Selain meningkatkan keimanan, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat kebersamaan antar siswa serta menciptakan lingkungan sekolah yang religius dan harmonis.
Kepala SDN Sukamulya I Aab Sehaburomli mengatakan, pesantren kilat bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan bagian dari pembentukan karakter siswa. Hal ini agar siswa memiliki akhlak mulia dan kepribadian religius.
“Pesantren kilat ini adalah salah satu cara kami untuk meningkatkan keimanan siswa. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkan langsung ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Aab kepada Tangerang Ekspres, Minggu (22/2).
Menurutnya, momentum Ramadan harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada siswa. Ia menilai, suasana Ramadan yang penuh berkah, menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis agama.
“Di bulan yang suci ini, kami ingin siswa benar-benar merasakan suasana seperti di pesantren. Mereka belajar menjadi santri, belajar disiplin, belajar adab, dan tentunya belajar memperbaiki ibadahnya,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, pesantren kilat diisi dengan berbagai kegiatan seperti cerita nabi dan rasul yang disampaikan secara interaktif, praktik ibadah seperti wudhu dan salat yang benar, hafalan doa-doa pendek, hingga permainan edukatif bernuansa Islami. Metode tersebut dipilih agar siswa tidak merasa bosan dan tetap semangat mengikuti rangkaian kegiatan.
“Kami sengaja menggunakan metode yang menyenangkan. Anak-anak diajak mendengarkan kisah nabi dengan cara yang menarik, kemudian mereka juga praktik langsung wudhu dan salat agar tidak hanya tahu secara teori. Ada juga hafalan doa pendek dan permainan edukatif supaya pembelajaran lebih mudah dipahami,” katanya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut diharapkan siswa memiliki wawasan keislaman yang lebih luas dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.
“Pesantren kilat ini juga membentuk karakter religius dan akhlak mulia. Kami ingin siswa terbiasa berkata sopan, menghormati guru dan orang tua, serta memiliki sikap jujur dan disiplin,” tegasnya.
Aab juga menekankan, bahwa pendidikan agama harus ditanamkan secara konsisten sejak sekolah dasar agar menjadi fondasi kuat bagi perkembangan anak di masa depan.
