Iklan

Pesantren Kilat Tidak Membosankan, SDN Sukamulya I Gelar Sanlat

Rabu, 25 Februari 2026, Februari 25, 2026 WIB Last Updated 2026-04-20T02:29:39Z

 TANGERANG  KONTAK BANTEN — SDN Sukamulya I, Kecamatan Sukamulya, Kabu­paten Kabupaten Tangerang, menggelar kegiatan pesantren kilat (Sanlat) Ramadan. Kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa sejak usia dini. 

Kegiatan tersebut diikuti seluruh siswa dan dilaksanakan dengan metode yang menyenangkan serta edukatif. Pihak sekolah berharap pesantren kilat yang digelar setiap Ramadan dapat terus memberikan dampak positif bagi seluruh siswa. Selain meningkatkan keimanan, kegiatan ini juga diharapkan mam­pu mempererat kebersamaan antar siswa serta menciptakan lingkungan sekolah yang religius dan harmonis.

Kepala SDN Sukamulya I Aab Sehaburomli mengatakan,  pesan­tren kilat bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan bagian dari pembentukan karakter siswa. Hal ini agar siswa memiliki akhlak mulia dan kepribadian religius.

“Pesantren kilat ini adalah salah satu cara kami untuk meningkat­kan ke­imanan siswa. Melalui ke­giatan ini, anak-anak tidak ha­nya belajar teori, tetapi juga mempraktikkan langsung ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Aab kepada Tangerang Ekspres, Minggu (22/2).

Menurutnya, momentum Rama­dan harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada siswa. Ia menilai, suasana Ramadan yang penuh berkah, menjadi wak­tu yang tepat untuk memper­kuat pendidikan karakter berbasis agama.

“Di bulan yang suci ini, kami ingin siswa benar-benar merasa­kan suasana seperti di pesantren. Mereka belajar menjadi santri, belajar disiplin, belajar adab, dan tentunya belajar memperbaiki ibadahnya,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, pesan­tren kilat diisi dengan berbagai kegiatan seperti cerita nabi dan rasul yang disampaikan secara interaktif, praktik ibadah seperti wudhu dan salat yang benar, ha­falan doa-doa pendek, hingga permainan edukatif bernuansa Islami. Metode tersebut dipilih agar siswa tidak merasa bosan dan tetap semangat mengikuti rangkaian kegiatan.

“Kami sengaja menggunakan metode yang menyenangkan. Anak-anak diajak mendengarkan kisah nabi dengan cara yang me­narik, kemudian mereka juga praktik langsung wudhu dan salat agar tidak hanya tahu secara teori. Ada juga hafalan doa pendek dan permainan edukatif supaya pem­be­lajaran lebih mudah dipahami,” katanya.

Ia menambahkan, melalui ke­giatan tersebut diharapkan siswa memiliki wawasan keislaman yang lebih luas dan mampu meng­amalkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah mau­pun di rumah.

“Pesantren kilat ini juga mem­bentuk karakter religius dan akhlak mulia. Kami ingin siswa terbiasa berkata sopan, menghormati guru dan orang tua, serta memiliki sikap jujur dan disiplin,” tegasnya.

Aab juga menekankan, bahwa pendidikan agama harus dita­namkan secara konsisten sejak sekolah dasar agar menjadi fondasi kuat bagi perkembangan anak di masa depan.

“Kalau sejak kecil sudah di­biasakan dengan kegiatan positif seperti ini, insyaallah ke depan mereka akan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral,” tu­tupnya.
Komentar

Tampilkan

  • Pesantren Kilat Tidak Membosankan, SDN Sukamulya I Gelar Sanlat
  • 0

Terkini

Topik Populer