Iklan

Gubernur Banten Saat ini Banten Tingkat Ke 5 : Sinyal Penting Turunnya Kemiskinan Perbaikan Ekonomi

Jumat, 25 Juli 2025, Juli 25, 2025 WIB Last Updated 2026-04-20T02:31:03Z

 

Gubernur Banten Andra Soni berswafoto bersama siswa pada penutupan MPLS tahun ajaran 2025/2026 dan penyerahan buku tabungan Program Sekolah Gratis di SMA Nusantara Plus Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Jumat (18/7/2025). (

 BANTEN KONTAK BANTEN  Gubernur Banten Andra Soni menilai tren positif capaian penurunan angka kemiskinan berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten sebagai sinyal penting untuk terus mendorong perbaikan ekonomi secara menyeluruh di daerah.

“Walaupun tidak signifikan, 0,07 persen dari September (2024), ini kan salah satu upaya yang akan terus kita lakukan, dan mudah-mudahan kita bisa terus menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Banten,” kata Andra Soni di Kota Serang, Jumat.

Andra Soni menilai keberhasilan pemerintah daerah dapat dilihat dari indikator seperti tingkat kemiskinan dan pengangguran.

Ia menyebut saat ini Banten berada di peringkat lima nasional dalam hal angka pengangguran, yang walau masih tinggi, menunjukkan tren perbaikan.

“Keberhasilan pemerintah salah satunya dari situ, dan angka pengangguran juga, Alhamdulillah kita sekarang ke peringkat lima, walaupun ini sebenarnya masih besar, masih tinggi. Tapi kita akan terus berupaya,” ujar Andra.

Namun, ia mengakui penurunan kemiskinan belum merata. Data BPS menunjukkan bahwa meskipun kemiskinan perdesaan menurun signifikan hingga 26.100 orang, kemiskinan di wilayah perkotaan justru meningkat sebesar 21.400 orang.

“Ya, memang keadaan ekonomi ya. Secara nasional kan saat ini, Banten pertumbuhan ekonomi diturunkan 5,19 (persen). Saya sedang update yang terbaru. Kita ikhtiar semaksimal mungkin apa yang bisa kita lakukan dalam rangka itu,” ujar Andra.

Data resmi BPS menunjukkan jumlah penduduk miskin Banten pada Maret 2025 mencapai 772.780 ribu orang (5,63 persen), menurun dari 777.490 orang (5,70 persen) pada September 2024.

Ketua Tim Statistik Sosial BPS Banten Adam Sofian menjelaskan, penurunan ini didorong oleh inflasi yang terkendali, tumbuhnya industri pengolahan, dan turunnya tingkat pengangguran terbuka.

“Penurunan ini adalah hasil dari inflasi y-o-y yang hanya sebesar 0,70 persen, pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang naik, serta pertumbuhan sektor industri pengolahan baik secara q-to-q maupun y-o-y,” jelas Adam.

BPS mencatat garis kemiskinan Provinsi Banten pada Maret 2025 berada di angka Rp3.571.692 per rumah tangga atau Rp684.232 per kapita, dengan rata-rata anggota keluarga miskin mencapai 5,22 orang.

Komoditas makanan menyumbang 73,01 persen dari garis kemiskinan, dengan komoditas utama seperti beras, telur ayam, kopi bubuk instan, dan rokok filter.

Menurut Adam, tren penurunan kemiskinan sejak Maret 2023 perlu dijaga melalui kebijakan yang lebih tajam dan menyentuh sektor strategis. “Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat intervensi kebijakan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” kata dia.
Komentar

Tampilkan

  • Gubernur Banten Saat ini Banten Tingkat Ke 5 : Sinyal Penting Turunnya Kemiskinan Perbaikan Ekonomi
  • 0

Terkini

Topik Populer