Iklan

MER-C Mengecam Tindakan Tentara IDF yang Disebut Telah Gunakan RS Indonesia di Gaza sebagai Markasnya

Jumat, 22 Desember 2023, Desember 22, 2023 WIB Last Updated 2026-04-20T02:30:10Z

 


 GAZA Genosida Israel  terhadap Palestina  yang berlangsung di Jalur Gaza hingga saat ini belum juga selesai.

Selama penyerangan tentara IDF  banyak menghancurkan gedung dan pemukiman, bahkan fasilitas yang seharusnya tidak boleh diserang seperti sekolah, rumah sakit, dan kamp pengungsian.

Beberapa waktu yang lalu, sejumlah rumah sakit di Gaza menjadi sasaran penyerangan Israel  salah satunya adalah .Rumah Sakit Indonesia

Setelah melakukan penyerangan dan membuat semua orang yang ada di dalam rumah sakit terpaksa mengungsi, kini Israeljustru menggunakan Rumah Sakit Indonesia  di Gaza sebagai markas mereka.

Hal tersebut memancing amarah banyak pihak, khususnya Indonesia dan MER C yang mengelola rumah sakit tersebut sejak pembangunannya.

Pada (20/12), pihak MER-C atau Medical Emergency Rescue Commitee mengadakan konferensi pers untuk memberikan tanggapan terkait hal tersebut.

Dalam konferesi pers-nya, dr Sarbini Abdul menyampaikan bahwa dirinya beserta pihak lain yang tergabung dalam MER.Cmengecam keras tindakan Israel yang menggunakan Rumah Sakit Indonesia   di Gaza sebagai markas militernya.

 “MER C  mengecam cara-cara kotor yang dilakukan Israel  menjadikan Rumah Sakit Indonesia sebagai markas” ucap Dr. Sarbini.

Mengingat bahwa Rumah Sakit Indonesia   dibangun oleh dana sumbangan masyarakat Indonesia, dan difungsikan murni untuk merawat pasien yang sakit atau terluka, tindakan Israel  tak ayal mengundang kecaman berbagai pihak.

Beliau juga menjelaskan apa saja yang telah dilakukan Israel  kepada Rumah Sakit Indonesia  di Gaza selama genosida berlangsung.

“6 November IDF menuduh RS Indo Gaza ada terowongan dan markas Hamas. Kita membantahnya pada 7 November. Itu tidak berdasar” terangnya.

Sebelumnya, Rumah Sakit Indonesia   sempat mengalami shutdown karena aliran listrik diputus dan kehabisan bahan bakar.

Banyak peralatan tidak dapat berfungsi karena listrik mati. Bayi-bayi dalam inkubator terancam. Bahkan dokter terpaksa melakukan operasi tanpa anestesi dan hanya diterangi oleh cahaya senter dari HP.

Dr. Sarbini melanjutkan, “Setelah gencatan senjata, seluruh pasien, tenaga medis dan warga yang tinggal di rs terpaksa dievakuasi. Praktis rumah sakitnya kosong.  Kerusakannya serius. Di depan rumah sakit juga ada bulldozer sehingga akses kesana sulit sekali”

Disampaikan oleh Dr. Sarbini, selama gencatan senjata, masyarakat akhirnya dengan kesadaran sendiri melakukan gotong royong untuk membersihkan rumah sakit.

“Namun yang terjadi sekarang, sekitar 2 minggu lalu,Israel  menempatkan pasukannya di rs indo yang dulu mereka tuduh jadi markas Hamas. Sekarang mereka memakai rs sebagai perisai dari Hamas. Karena Hamas tidak mungkin menyerang rs indo”

Pihak MER C pun meminta Israel untuk kembali ke aturan Internasional. Yakni menjadikan rumah sakit serta fasilitas masyarakat lainnya sebagai tempat netral. MER C tidak mau fungsi-fungsi kesehatan diganggu. 

Komentar

Tampilkan

  • MER-C Mengecam Tindakan Tentara IDF yang Disebut Telah Gunakan RS Indonesia di Gaza sebagai Markasnya
  • 0

Terkini

Topik Populer